Ilustrasi petani kelapa sawit (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Kabar baik datang bagi ribuan petani sawit di Sultra. Mereka kini mendapatkan perlindungan asuransi secara gratis selama satu tahun, berkat inisiatif kolaboratif antara HIPMI Sultra, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Indonesia, dan PT Jasindo.
Ketua Umum BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha, menegaskan bahwa sektor sawit merupakan investasi jangka panjang yang sangat potensial di Sultra, mengingat masih banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Ia menyatakan bahwa mendukung petani dari proses hulu hingga hilir sangat penting, tak hanya dalam bentuk perlindungan, tetapi juga penguatan usaha melalui UMKM dan produk turunan sawit.
Baca juga: Hari Mangrove Sedunia: Wakil Ketua DPRD Kendari Turun ke Pesisir Tanam Bibit dan Komitmen Jaga Alam
“Asuransi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada petani kecil dan pelaku UMKM sawit. Ini bagian dari komitmen kami sebagai pengusaha muda dalam membangun ekonomi kerakyatan,” ujar Triawan.
Data dari Simdata Sultraprov mencatat, pada 2024 terdapat lebih dari 11 ribu kepala keluarga yang menggantungkan hidup pada budidaya kelapa sawit. Sayangnya, mayoritas belum memiliki pendampingan dan perlindungan yang layak.
Baca juga: Kendari Jadi Pelopor Tanam Cabai Serentak untuk Kendalikan Inflasi Sultra
Skema asuransi yang ditawarkan mencakup perlindungan terhadap risiko meninggal karena kecelakaan, cacat tetap, hingga biaya pengobatan. Tak hanya itu, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan peningkatan kapasitas pembenihan sawit skala UMKM dan koperasi, agar para petani dapat mengakses bibit berkualitas secara lebih mudah.
Peluncuran program ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, serta perwakilan dari perusahaan sawit seperti PT Bina Sawit Makmur dan PT Bakrie Sumatra Plantation.
Menurut Rusdin Jaya, penguatan industri sawit nasional tak bisa dilepaskan dari peran vital para petani dan kelembagaan tani. Mereka adalah fondasi penting dalam peta besar transformasi sektor perkebunan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: HIPMI Sultra