Seorang petani berumur 61 tahun di Buton Selatan tewas diterkam ular piton (freepik) (Mufida)
SULTRA - Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, setelah seorang petani lansia berinisial LN (61) ditemukan meninggal dunia usai diterkam oleh ular piton besar saat sedang berada di kebunnya.
LN sempat didapati hilang sejak Jumat pagi (4 Juli 2025) usai pergi ke kebun untuk memberi makan ternak. Namun, ia tidak kembali ke rumah. Warga kemudian melakukan pencarian dan pada Sabtu sore (5 Juli 2025) sekitar pukul 15.40 WITA, mereka menemukan seekor ular piton sepanjang 5–8 meter dengan perut membesar di area semak-semak dekat kebun. Warga memutuskan untuk membelah ular tersebut dan setelah ular tersebut dibelah, jasad LN ditemukan di dalam perutnya.
Baca juga: Acara Joget di Gumanano Buton Tengah Berujung Penikaman, Tiga Pengunjung Luka
Korban diketahui bernama La Noti atau LN, berusia sekitar 61 tahun. Ia ditemukan masih mengenakan mantel hujan dan membawa tas kecil yang berisi ponsel dan rokok saat peristiwa tersebut terjadi.
Tim dari BPBD Kabupaten Buton Selatan bersama warga lokal segera mengevakuasi jenazah LN ke rumah duka setelah ular tersebut dibelah di lokasi kejadian. Mereka mencatat adanya peningkatan penampakan ular piton di area pemukiman dan kebun selama musim hujan, yang sebelumnya telah beberapa kali muncul dan bahkan memangsa ternak warga.
Baca juga: WALHI Sulawesi Tenggara Laporkan 5 Perusahaan ke Kejaksaan Agung Terkait Dugaan Perusakan Lingkungan
Kasus ini menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di kebun atau area semi-hutan agar meningkatkan kewaspadaan. BPBD mengimbau agar warga tidak berjalan sendirian saat cuaca hujan, membawa alat penjaga seperti parang, dan selalu memberitahu keberadaan kepada keluarga atau tetangga.
Potongan video warga saat penemuan korban (Facebook/Risnawati) (Mufida)
Kejadian tragis ini menggambarkan risiko nyata beraktivitas dekat habitat ular piton—terutama saat musim hujan. Dengan meningkatnya populasi ular di pemukiman, sinergi antara warga dan pihak berwenang sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama di lingkungan pedesaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Risnawati