SULTRA - Warga Desa Loka, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial S (47) yang ditemukan tewas di kebun miliknya pada Minggu malam. Korban, yang diketahui seorang petani, diduga menjadi korban penganiayaan brutal yang berujung pada kematian.
Baca juga: Tewas Disambar Mobil Maut, Penjual Bensin Jadi Korban Pengemudi Mabuk di Kendari
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan sebuah tombak masih tertancap di dada dan sejumlah luka sayatan pada tubuhnya. Diduga kuat, pelaku adalah tetangganya sendiri yang berinisial A, yang juga tinggal di desa yang sama.
Menurut keterangan dari istri korban kepada pihak kepolisian, sebelum kejadian, S sempat beberapa kali berselisih dengan A karena masalah saluran air irigasi yang menuju ke lahan perkebunan lada miliknya. Ia menuturkan bahwa selang air milik korban kerap dicabut secara sepihak, sehingga tanamannya kering dan merugi.
Baca juga: Breaking News: Wanita Ditemukan Tewas di Korumba, Diduga Korban Pembunuhan & Kekerasan Seksual
Kapolsek Tolala, Ipda Andi Jusman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 19.45 WITA dan segera bergerak ke lokasi kejadian bersama satu personel Babinsa. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bukti kuat berupa tombak yang masih menancap di tubuh korban. Selain itu, parang milik korban yang biasanya terselip di pinggang juga tidak ditemukan di lokasi.
“Korban ditemukan dalam posisi terbaring dengan luka tusukan dan sayatan. Kami menduga kejadian ini bukan kecelakaan biasa, dan mengarah pada tindak pidana pembunuhan,” jelas Ipda Jusman.
Baca juga: Polres Kolaka Utara Berhasil Ungkap Pelaku Pencabulan di Atas Kapal Ferry
Hingga saat ini, pelaku berinisial A masih dalam pencarian. Kepolisian dari Polres Kolaka Utara turut menurunkan tim Satreskrim untuk membantu Polsek Tolala dalam upaya pengejaran.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat atau mengetahui keberadaan terduga pelaku. Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat faktor penyebabnya yang diduga berkaitan dengan konflik agraria atau pengelolaan sumber daya air di area perkebunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Polres Kolaka Utara