SULTRA - Sore itu, Jumat (25/7/2025), Hamdin (33), pekerja bangunan dari Desa Erinere, Buton Utara, naik ke atap Toko Damai di Kendari bersama rekannya, Sumardin. Niatnya sederhana, menambal seng bocor. Namun langkah kecil itu berubah menjadi tragedi.
Sekitar pukul 17.00 WITA, saat berdiri di atas atap, Hamdin diduga menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang di atas bangunan. Seketika tubuhnya terhempas. Rekan kerja hanya bisa meminta tolong karena takut ikut tersengat.
Baca juga: Asuransi Gratis untuk Petani Sawit Sultra: Perlindungan Setahun dari Hulu ke Hilir
Warga tak mampu mengevakuasi tubuh Hamdin karena posisi korban terlalu dekat dengan kabel aktif. Baru setelah tim PLN memutus aliran listrik, jenazah berhasil diturunkan dan dibawa ke RS Santa Anna Kendari. Namun, nyawanya tak tertolong.
Pihak manajemen Toko Damai menegaskan bahwa Hamdin sebenarnya tak diberi tugas memperbaiki atap. Sejak awal sudah diingatkan bahwa pekerjaan dilakukan dari bawah, bukan naik ke atas.
Baca juga: Hari Mangrove Sedunia: Wakil Ketua DPRD Kendari Turun ke Pesisir Tanam Bibit dan Komitmen Jaga Alam
Hamdin, menurut pihak toko, bukan karyawan resmi maupun vendor. Ia hanya tukang harian yang dipekerjakan untuk merenovasi kamar mandi kecil di lantai bawah. Karena tak ada instruksi untuk bekerja di ketinggian, perusahaan tak menyediakan Alat Pelindung Diri (APD).
“Kalau dia tidak melanggar arahan, kejadian ini tak akan terjadi,” ujar pihak toko.
Meski begitu, manajemen Toko Damai telah menemui keluarga korban dan menyelesaikan proses secara kekeluargaan. Biaya pemulangan jenazah dan santunan ditanggung perusahaan. Keluarga pun menolak autopsi dan menandatangani surat pernyataan resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: