Ilustrasi tenaga kerja (Magnific/Wiroj Sidhisoradej) (Mufida)
SULTRA - BPJS Ketenagakerjaan Kota Kendari member jaminan sosial berupa perlindungan bagi pekerja formal maupun informal melalui berbagai program, seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Pensiun (JP). Selain melayani pencairan manfaat JHT, kantor BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi tempat pengurusan kepesertaan baru, perubahan data, konsultasi program perlindungan pekerja, hingga pendampingan klaim manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Mengapa Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara Hanya 35%?
Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari berlokasi di Jalan Laode Hadi Edi Sabara No. 392. Kantor ini melayani peserta dari Kota Kendari maupun beberapa wilayah kerja di sekitarnya untuk berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan dan klaim manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pelayanan administrasi berlangsung pada hari kerja, yaitu Senin hingga Jumat pukul 08.00-15.30 WITA. Peserta dapat mengurus pendaftaran kepesertaan, konsultasi program, perubahan data, pengajuan klaim JHT, maupun layanan administrasi lainnya sesuai jadwal operasional yang berlaku.
Sebelum datang ke kantor, peserta disarankan memastikan seluruh dokumen telah lengkap agar proses pelayanan dapat berlangsung lebih cepat. Pada periode tertentu, antrean layanan klaim JHT biasanya meningkat sehingga datang lebih awal menjadi pilihan yang lebih efisien.
Baca juga: 4 Manfaat dan Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja di Indonesia
Program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya ditujukan bagi pekerja yang bekerja pada perusahaan. Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri juga dapat menjadi peserta dengan mendaftarkan diri secara langsung maupun melalui kanal digital yang telah disediakan.
Kategori pekerja mandiri mencakup pedagang, petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja lepas, pengemudi ojek daring, hingga profesi lain yang memperoleh penghasilan secara mandiri. Kepesertaan ini memberikan perlindungan terhadap risiko kerja yang sewaktu-waktu dapat terjadi tanpa memandang jenis pekerjaan.
Proses pendaftaran umumnya memerlukan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor telepon aktif, serta data pendukung lainnya. Setelah menentukan program yang diikuti dan melakukan pembayaran iuran pertama, status kepesertaan akan aktif sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan.
Jaminan Hari Tua atau JHT menjadi salah satu manfaat yang paling banyak dimanfaatkan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dana tersebut dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti saat peserta memasuki usia pensiun, mengundurkan diri, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), atau memenuhi persyaratan lain berdasarkan regulasi pemerintah.
Pengajuan klaim JHT memerlukan sejumlah dokumen, antara lain kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, KTP elektronik, Kartu Keluarga, buku tabungan atas nama peserta, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) apabila dipersyaratkan, serta surat keterangan berhenti bekerja atau dokumen pendukung lain sesuai alasan pengajuan klaim.
Setelah seluruh dokumen diverifikasi, petugas akan melakukan pemeriksaan data kepesertaan sebelum proses pencairan dilakukan. Kelengkapan dokumen menjadi faktor penting agar klaim dapat diproses tanpa kendala administrasi.
BPJS Ketenagakerjaan menyediakan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) sebagai sarana layanan digital bagi peserta. Melalui aplikasi ini, peserta dapat memantau saldo JHT secara real time tanpa harus datang ke kantor cabang.
Selain mengecek saldo, JMO juga menyediakan berbagai layanan lain, seperti pembaruan data peserta, informasi kepesertaan, simulasi manfaat program, hingga pengajuan klaim JHT secara daring bagi peserta yang memenuhi persyaratan tertentu. Kehadiran aplikasi tersebut membantu mempercepat proses pelayanan sekaligus mengurangi antrean di kantor cabang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPJS Ketenagakerjaan