Bupati Buton Tengah Periode 2025-2030, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si. (Dok. Wikipedia) (Mufida)
SULTRA - Pergantian kepemimpinan di Kabupaten Buton Tengah menjadi salah satu hasil Pilkada Serentak 2024 yang menarik perhatian masyarakat Sulawesi Tenggara. Bupati Buton Tengah sekarang dijabat oleh Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., didampingi Muh. Adam Basan, S.Sos. sebagai Wakil Bupati untuk masa jabatan 2025-2030. Keduanya resmi dilantik pada 21 Maret 2025 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, setelah seluruh tahapan administrasi pascapilkada selesai.
Pasangan Azhari-Adam memimpin daerah yang baru berdiri pada 2014 tersebut dengan membawa agenda percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
Berbeda dengan sejumlah kepala daerah yang datang dari dunia politik atau bisnis, Azhari memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) sebelum melanjutkan pendidikan magister hingga meraih gelar doktor. Latar belakang tersebut membentuk kariernya di lingkungan pemerintahan, termasuk pernah menduduki sejumlah jabatan strategis sebelum dipercaya masyarakat menjadi Bupati Buton Tengah.
Pengalaman birokrasi itu menjadi modal dalam menjalankan pemerintahan daerah, terutama dalam menyusun kebijakan pembangunan dan memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
Azhari didampingi Muh. Adam Basan, S.Sos. sebagai Wakil Bupati Buton Tengah. Keduanya memperoleh mandat masyarakat melalui Pilkada 2024 dan mulai bekerja sejak dilantik pada Maret 2025. Kehadiran Adam Basan diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas yang telah disusun selama masa kampanye.
Azhari dan Adam Basan akan memimpin Kabupaten Buton Tengah selama lima tahun, yakni periode 2025-2030. Selama masa jabatan tersebut, keduanya memiliki tanggung jawab menjalankan pemerintahan daerah, menyusun kebijakan pembangunan, mengelola pelayanan publik, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai daerah yang masih tergolong muda, Buton Tengah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur dasar hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sejak mulai menjabat, Azhari beberapa kali menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur yang dinilai masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memperjuangkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Buton Tengah. Upaya tersebut dilakukan agar konektivitas antarkecamatan semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga memasukkan berbagai proyek strategis ke dalam perencanaan pembangunan daerah sebagai bagian dari target kerja lima tahunan.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Azhari juga melakukan penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.
Pada 2026, pemerintah daerah merotasi puluhan pejabat sebagai bagian dari evaluasi organisasi. Langkah tersebut disebut bertujuan meningkatkan efektivitas pemerintahan, memperkuat pelayanan publik, sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Kebijakan itu menunjukkan bahwa pembenahan organisasi pemerintahan menjadi salah satu fokus pada awal masa kepemimpinannya.
Sebagai kabupaten yang usianya belum genap dua dekade, Buton Tengah masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Kepemimpinan Azhari dan Adam Basan diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas akses pelayanan dasar, sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian, perikanan, dan usaha masyarakat yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia