SULTRA - Komoditas perkebunan Bombana masih memegang peranan penting dalam perekonomian Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kakao, jambu mete, kelapa, kelapa sawit, lada, hingga kemiri menjadi tanaman yang banyak dibudidayakan masyarakat dan tersebar di berbagai kecamatan. Melalui berbagai program yang dijalankan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bombana bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, produktivitas komoditas tersebut terus ditingkatkan agar mampu mendukung kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.
Daerah Bombana sering dikaitkan dengan aktivitas pertambangan emas. Namun di balik geliat sektor tersebut, hamparan kebun yang membentang dari Poleang hingga Kabaena justru menjadi ruang hidup bagi ribuan keluarga petani. Setiap musim panen, hasil kebun menjadi sumber penghasilan utama yang menggerakkan aktivitas ekonomi di pasar-pasar desa, usaha pengolahan hasil pertanian, hingga perdagangan antardaerah.
Baca juga: Produk Unggulan Pertanian di Kendari: Komoditas, Wilayah, dan Peluang Pengembangan
Kakao Masih Menjadi Primadona Perkebunan Bombana
Kakao merupakan komoditas perkebunan terbesar yang dikembangkan masyarakat Bombana. Tanaman ini tumbuh hampir di seluruh wilayah daratan dengan sentra produksi yang tersebar di Kecamatan Poleang, Poleang Barat, Poleang Timur, Poleang Selatan, Mataoleo, Rarowatu, hingga Rumbia.
Karakteristik tanah dan iklim Bombana dinilai cukup mendukung pertumbuhan kakao. Karena alasan itu, banyak masyarakat menjadikan tanaman ini sebagai sumber pendapatan utama dibanding komoditas lainnya.
Hasil panen kakao dari Bombana sebagian besar dipasarkan ke berbagai daerah di Sulawesi sebelum diteruskan ke industri pengolahan cokelat. Komoditas ini juga menjadi salah satu penyumbang nilai ekonomi terbesar dari sektor perkebunan rakyat.
Jambu Mete Tumbuh Baik di Wilayah Bombana
Jambu mete menjadi komoditas lain yang memiliki prospek besar di Bombana. Tanaman ini banyak berkembang pada kawasan yang memiliki kondisi tanah lebih kering, terutama di wilayah Pulau Kabaena dan beberapa kecamatan di daratan Bombana.
Dibandingkan tanaman perkebunan lain, jambu mete dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap kondisi lahan dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi. Produk utama yang dipasarkan adalah biji mete yang telah melalui proses pengolahan. Nilai ekonominya relatif tinggi sehingga banyak petani tetap mempertahankan tanaman ini sebagai sumber pendapatan tambahan selain kakao.
Kelapa Tetap Menjadi Andalan Masyarakat Pesisir
Komoditas kelapa telah dibudidayakan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir. Buah kelapa dipasarkan dalam bentuk segar maupun diolah menjadi kopra yang menjadi bahan baku industri minyak kelapa.
Selain menghasilkan pendapatan, pohon kelapa juga memiliki manfaat yang sangat luas karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Daun, batang, tempurung, hingga sabut kelapa masih digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Kelapa Sawit Mulai Berkembang di Sejumlah Kecamatan
Perkebunan kelapa sawit turut berkembang di Bombana seiring meningkatnya investasi sektor perkebunan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa wilayah kini mulai memanfaatkan lahan untuk budidaya sawit, baik melalui perusahaan maupun kebun milik masyarakat.
Perkembangan komoditas ini membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi desa. Meski demikian, pemerintah tetap mendorong agar pengembangan perkebunan sawit memperhatikan aspek lingkungan serta mengikuti ketentuan tata kelola lahan yang berlaku.
Lada dan Kemiri Menjadi Sumber Pendapatan Tambahan
Lada dan kemiri memang tidak memiliki luas tanam sebesar kakao atau kelapa. Namun kedua komoditas tersebut masih dibudidayakan oleh banyak petani sebagai tanaman pelengkap.
Lada biasanya ditanam bersamaan dengan tanaman tahunan lain menggunakan sistem tumpang sari. Cara ini dinilai mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus memberikan tambahan pendapatan saat musim panen. Kemiri juga masih menjadi komoditas yang cukup penting di beberapa desa. Permintaan pasar yang relatif stabil membuat hasil panennya tetap memiliki nilai ekonomi meski produksinya tidak sebesar komoditas utama.
Pemerintah Terus Mendorong Produktivitas Perkebunan
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bombana secara rutin melaksanakan berbagai program pendampingan kepada petani, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan budidaya, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga peningkatan kapasitas kelompok tani.
Kolaborasi juga dilakukan bersama pemerintah provinsi dan instansi terkait untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan.
Tantangan yang Masih Dihadapi Petani
Salah satu tantangan para petani adalah alam, alias perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan pola musim semakin sulit diprediksi sehingga memengaruhi waktu berbunga dan masa panen sejumlah tanaman. Serangan hama serta penyakit tanaman juga masih menjadi persoalan yang cukup sering dihadapi petani, khususnya pada komoditas kakao.
Fluktuasi harga komoditas dunia turut memengaruhi pendapatan masyarakat. Ketika harga kakao atau jambu mete mengalami penurunan, penghasilan petani ikut terdampak meskipun hasil panen tetap tinggi.
Perkebunan Menjadi Penggerak Ekonomi Pedesaan
Rantai usaha yang terbentuk mulai dari penyediaan bibit, pemeliharaan tanaman, panen, pengangkutan, hingga perdagangan hasil perkebunan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa. Pasar tradisional, usaha pengolahan hasil pertanian, hingga sektor transportasi lokal ikut bergerak ketika musim panen tiba. Efek ekonomi tersebut menjadikan perkebunan sebagai salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan masyarakat Bombana.
Potensi itu masih sangat terbuka untuk dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, hilirisasi hasil perkebunan, serta perluasan akses pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Perkebunan Dan Hortikultura Prov. Sulawesi Tenggara