Ilustrasi teknologi dalam pertanian. (Freepik/user6702303) (Mufida)
SULTRA - Di tengah tantangan agrikultur tradisional yang masih melekat di banyak wilayah Indonesia bagian timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menapaki jalur pertanian modern. Inovasi-inovasi yang mulai diterapkan di lapangan menunjukkan bahwa sektor ini siap untuk bertransformasi bukan hanya menyuburkan tanah, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani.
Salah satu inovasi paling nyata datang dari program ICARE yang dijalankan oleh Balai Riset dan Modernisasi Pertanian Sultra (BRMP Sultra). Mereka memperkenalkan sebuah ujicoba di Kabupaten Kolaka Timur: pengolahan kulit buah kakao menjadi pakan ternak sapi yang difermentasi. Selama ini, limbah kulit kakao kerap dibiarkan begitu saja atau menjadi sumber hama. Dengan teknologi fermentasi sederhana, limbah ini bisa diolah menjadi pakan alternatif bernilai tinggi.
Baca juga: BRMP Sultra Gaungkan Program Penanaman Hijauan Pakan Unggul
Tidak hanya limbah kakao, pendekatan terpadu antara tanaman perkebunan dan peternakan juga dijalankan. Pada September 2025, BRMP Sultra menyelenggarakan pelatihan bagi pendamping lapangan dalam integrasi kakao dan sapi potong untuk meningkatkan efisiensi usaha petani. Materi mencakup pengelolaan pupuk kompos dari kotoran ternak hingga teknik budidaya modern.
Transformasi pertanian ini tidak terbatas di kebun dan peternakan konvensional. Di Kabupaten Konawe, sebuah SMK Negeri program pertanian kini menggunakan rumah kaca (greenhouse) dan sistem smart farming, sebagai ajang praktik siswa sekaligus pilot project untuk budidaya cerdas.
Sultra memiliki lahan yang cukup luas dan potensi agro-ekonomi yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Namun faktanya, banyak petani masih menggunakan metode lama dengan produktivitas rendah. Karena itu, inovasi semacam ini menjadi kunci: meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat daya saing, dan meminimalkan kerugian pasca panen.
Meski begitu, jalan menuju pertanian modern tidak mulus. Beberapa kendala utama di lapangan mencakup:
Inovasi pertanian modern di Sultra saat ini sudah keluar dari gagasan dan mulai menjadi praktik di lapangan. Dari pengolahan limbah kakao hingga smart farming di sekolah pertanian, semua menunjukkan sinyal perubahan. Jika dukungan terus berjalan, maka bukan tak mungkin Sultra menjadi salah satu provinsi yang memimpin transformasi agrikultur modern di kawasan timur Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BRMP Sultra