Ilustrasi minuman berempah. (Freepik/jcomp) (Mufida)
SULTRA - Selain makanan khas, Sulawesi Tenggara juga memiliki minuman khas yang menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner daerah yang masih bertahan hingga sekarang. Mulai dari minuman rempah tradisional, olahan kelapa, hingga sajian segar khas pesisir, setiap daerah di Sultra memiliki racikan unik dengan cita rasa dan filosofi tersendiri.
Beberapa minuman tradisional di Sulawesi Tenggara berasal dari budaya masyarakat pesisir dan kepulauan yang memanfaatkan bahan alami seperti jahe, gula aren, santan, hingga buah lokal tropis. Sajian ini tidak hanya diminum untuk melepas dahaga, tetapi juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan.
Baca juga: Mau Makanan Sehat? Sinimi Masonggi Saja!
Saraba menjadi salah satu minuman tradisional paling dikenal di Sulawesi Tenggara, terutama di Kendari dan wilayah pesisir lainnya.
Bahan utama:
Rasanya hangat, manis legit dan terasa sedikit pedas dari jahe. Saraba biasanya diminum malam hari atau saat musim hujan karena dipercaya membantu menghangatkan tubuh dan meningkatkan stamina.
Di beberapa warung kopi tradisional Kendari, saraba masih disajikan menggunakan gelas besar dengan aroma jahe yang cukup kuat. Minuman sederhana yang efeknya kadang lebih ampuh membangunkan tubuh dibanding motivasi hidup dari media sosial.
Wilayah kepulauan seperti Buton dan Wakatobi memiliki kelapa dengan rasa air yang terkenal segar.
Es kelapa muda khas pesisir Sultra biasanya disajikan dengan sirup lokal, gula aren cair, dan jeruk nipis. Perpaduan rasa manis dan segarnya cocok untuk cuaca panas khas wilayah pesisir.
Di beberapa daerah pedesaan Sulawesi Tenggara, masyarakat masih mengonsumsi air nira hasil sadapan pohon aren.
Ciri khasnya:
Selain diminum langsung, nira juga menjadi bahan dasar pembuatan gula merah tradisional.
Baca juga: Liburan ke Sultra? Jangan Lupa Borong Deretan Buah Khas Ini
Meski tidak sepopuler daerah penghasil kopi besar di Indonesia, beberapa wilayah Sultra memiliki budaya minum kopi tradisional yang cukup kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis