Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 22:16 WIB

Mau Makanan Sehat? Sinimi Masonggi Saja!

Mau Makanan Sehat? Sinimi Masonggi Saja!Sinonggi, makanan khas suku Tolaki di Sulawesi Tenggara. (Dok. Celebes) (Mufida)

SULTRA - Buat warga Sulawesi Tenggara, siapa yang nda tahu Sinonggi? Pastimi semuanya tahu. Untuk yang bukan dari Sultra, mungkin tahuji kalau lihat fotonya. Betul, sinonggi ini mirip dengan makanan papeda. Sinonggi adalah kuliner khas berbahan dasar sagu yang menjadi identitas masyarakat Tolaki di Kendari. Ternyata, sinonggi ini toh bukan hanya sekadar pengganti nasi. Banyakmi penelitian yang mengatakan kalau sagu (Metroxylon sagu) menyimpan manfaat kesehatan yang besar, mulai dari menjaga gula darah hingga menunjang aktivitas fisik.

Ada penelitian dari Lokman EF dkk. dalam Journal of Functional Foods (2020), katanya toh sagu itu mengandung resistant starch atau pati tahan, yang bermanfaat menurunkan lonjakan gula darah setelah makan. Kandungan tersebut juga berfungsi sebagai prebiotik, memberi nutrisi untuk bakteri baik di usus yang penting bagi kesehatan pencernaan.

Baca juga: Viral Video Temuan Ulat di Makanan Gratis SMPN 1 Baubau

Ada lagi studi lain dari Jurnal Penelitian Indeks Glikemik Pangan Lokal, katanya toh sinonggi memiliki nilai indeks glikemik yang tergolong baik. Artinya, makanan ini aman dikonsumsi masyarakat, termasuk penderita diabetes, asalkan porsinya pas dan cara pengolahannya tepat.

Masih ada lagi nah! Ada juga penelitian Jusoh MRC dkk. dalam Journal of Sports Science & Medicine (2019) yang menegaskan bahwa sagu dapat menjadi sumber karbohidrat ideal untuk olahraga. Pati sagu mampu memberi suplai glukosa cepat, sehingga sinonggi cocok ji untuk atlet maupun masyarakat dengan aktivitas fisik tinggi.

Baca juga: Pemkab Kolut Matangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting

Lebih menarik lagi, kalau dari riset Tukayo BL dalam Pharmaceutical Journal of Indonesia (2024), katanya toh limbah empulur sagu kaya senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan. Meski lebih banyak ditemukan pada produk olahan non-sinonggi, temuan ini membuka peluang pemanfaatan sagu secara lebih luas.

Jadi, kalau mau makan yang sehat-sehat, murah, pangan lokal, sinonggi mi pilihan ta. Bukan hanya soal gizi, penelitian sosial sudah buktikan bahwa sinonggi tetap menjadi makanan pokok yang lekat dengan budaya masyarakat Sulawesi Tenggara. Jadi, setiap suapan sinonggi bukan soal kenyangji, tapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mau Makanan Sehat? Sinimi Masonggi Saja!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!