SULTRA - Komoditas perkebunan di Muna didominasi oleh tanaman jambu mete, kelapa, kakao, kemiri, dan engkih. Tanaman tersebut menjadi komoditas yang banyak dibudidayakan petani. Pemerintah Kabupaten Muna bersama Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara juga terus menjalankan berbagai program pengembangan, mulai dari penyaluran bibit unggul, rehabilitasi tanaman tua, hingga pendampingan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas hasil perkebunan dalam beberapa tahun terakhir.
Perhatian terhadap sektor perkebunan terus terlihat melalui berbagai program pemerintah. Salah satunya pada 2023, ketika Pemerintah Kabupaten Muna melalui Dinas Perkebunan menyalurkan bantuan bibit jambu mete dan melakukan pendampingan kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi komoditas unggulan daerah. Program serupa juga dilaksanakan untuk pengembangan kelapa dan kakao melalui dukungan pemerintah provinsi maupun Kementerian Pertanian.
Baca juga: Kelapa, Kakao hingga Cengkih, Mengenal Komoditas Perkebunan Unggulan Konawe Raya
Jambu Mete Menjadi Ikon Perkebunan Kabupaten Muna
Jika ada satu komoditas yang paling identik dengan Kabupaten Muna, jawabannya adalah jambu mete. Tanaman ini telah lama menjadi sumber penghasilan masyarakat dan tumbuh hampir di seluruh wilayah Muna, terutama pada kawasan dengan kondisi tanah berbatu kapur yang kurang cocok untuk tanaman pangan.
Kecamatan seperti Tongkuno, Parigi, Kabangka, Napabalano, Lasalepa, hingga Kontunaga dikenal memiliki hamparan kebun jambu mete yang cukup luas. Setiap musim panen, biji mete menjadi komoditas dengan nilai jual tinggi karena dipasarkan ke berbagai daerah di Sulawesi bahkan hingga luar pulau. Sebagian masyarakat juga mulai mengembangkan usaha pengolahan mete sehingga memberikan nilai tambah dibanding hanya menjual biji mentah.
Baca juga: Mengintip Kekayaan Alam! Berikut Komoditas Perkebunan Unggulan di Bombana
Kelapa Tetap Menjadi Penopang Ekonomi Masyarakat Pesisir
Selain jambu mete, kelapa merupakan komoditas perkebunan yang banyak ditemukan di Kabupaten Muna. Kawasan pesisir seperti Napabalano, Batalaiworu, Lohia, hingga sebagian wilayah Maligano memiliki hamparan kebun kelapa yang telah dikelola masyarakat secara turun-temurun.
Hasil panennya dipasarkan dalam bentuk kelapa segar maupun diolah menjadi kopra sebagai bahan baku industri minyak kelapa. Permintaan yang relatif stabil membuat tanaman kelapa tetap menjadi pilihan petani karena mampu memberikan pendapatan secara berkelanjutan. Selain buahnya, berbagai bagian pohon kelapa juga dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.
Kakao Mulai Dikembangkan Melalui Program Peremajaan
Meski tidak sebesar jambu mete, kakao tetap menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek baik di Kabupaten Muna. Budidaya kakao berkembang di sejumlah wilayah pedalaman yang memiliki kondisi tanah lebih subur.
Produktivitas tanaman ini sempat mengalami penurunan akibat usia tanaman yang semakin tua serta serangan hama. Karena itu, pemerintah bersama penyuluh pertanian mendorong program rehabilitasi kebun melalui bantuan bibit unggul dan pelatihan budidaya. Pendampingan kepada kelompok tani juga terus dilakukan agar kualitas biji kakao meningkat sehingga mampu bersaing di pasar.
Kemiri Masih Menjadi Tanaman Bernilai Ekonomi
Pohon kemiri masih mudah dijumpai di berbagai kawasan perdesaan Kabupaten Muna. Tanaman ini umumnya tumbuh secara alami maupun dibudidayakan masyarakat sebagai sumber pendapatan tambahan.
Saat musim panen tiba, biji kemiri dipasarkan ke pedagang pengumpul untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan bumbu masak.Walaupun luas arealnya tidak sebesar jambu mete atau kelapa, kemiri tetap memberikan kontribusi terhadap pendapatan petani.
Cengkih Mulai Dikembangkan di Wilayah Perbukitan
Beberapa kawasan yang memiliki kontur lebih tinggi juga mulai mengembangkan cengkih sebagai komoditas perkebunan. Tanaman ini memerlukan kondisi lingkungan tertentu sehingga tidak dibudidayakan secara merata di seluruh wilayah Muna. Harga jual yang relatif tinggi membuat sebagian petani mulai menanam cengkih sebagai investasi jangka panjang.
Selain menghasilkan bunga cengkih kering, tanaman ini juga berpotensi mendukung pengembangan industri minyak atsiri apabila dikelola secara lebih optimal.
Sentra Produksi Perkebunan di Kabupaten Muna
Setiap komoditas memiliki kawasan pengembangan yang berbeda sesuai kondisi geografisnya. Jambu mete mendominasi kawasan Tongkuno, Kabangka, Parigi, dan Kontunaga. Kelapa berkembang pesat di wilayah pesisir seperti Napabalano, Lohia, dan Batalaiworu.
Sementara itu, kakao lebih banyak dibudidayakan di kawasan pedalaman yang memiliki tingkat kesuburan tanah lebih baik. Kemiri dan cengkih tersebar di beberapa desa sebagai tanaman pelengkap yang memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Perkebunan Menjadi Penopang Ekonomi Ribuan Petani
Perkebunan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Muna. Ribuan keluarga menggantungkan pendapatan dari hasil panen jambu mete, kelapa, kakao, hingga kemiri. Aktivitas ekonomi tidak berhenti pada proses budidaya. Pengangkutan hasil panen, perdagangan komoditas, hingga usaha pengolahan mete dan kopra ikut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Tantangan yang Dihadapi Petani Perkebunan
Produktivitas perkebunan di Muna masih menghadapi sejumlah tantangan. Tanaman yang sudah berusia tua memerlukan peremajaan agar tetap produktif. Selain itu, fluktuasi harga komoditas di pasar nasional sering memengaruhi pendapatan petani.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah terus memperkuat pendampingan kelompok tani melalui penyuluh pertanian agar produktivitas dan kualitas hasil perkebunan terus meningkat.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Agribisnis
Pemerintah Kabupaten Muna bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan sektor perkebunan. Program tersebut seperti bantuan bibit unggul, rehabilitasi tanaman tua, pelatihan budidaya, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga peningkatan kemampuan pascapanen.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan agar komoditas tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Perkebunan Dan Hortikultura Prov. Sulawesi Tenggara