Bupati Muna sekarang dijabat oleh Bachrun Labuta (Dok. Wikipedia) (Mufida)
SULTRA - Kabupaten Muna sekarang dipimpin oleh Drs. H. Bachrun Labuta, M.Si., didampingi La Ode Asrafil, S.H., M.H. sebagai Wakil Bupati untuk masa jabatan 2025-2030. Keduanya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta bersama kepala daerah terpilih dari seluruh Indonesia.
Sebelum menjadi bupati definitif, Bachrun lebih dahulu menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muna sejak akhir 2023. Pengalaman tersebut membuat proses transisi pemerintahan berjalan relatif mulus karena ia telah memahami berbagai program dan kebutuhan pembangunan daerah.
Baca juga: Ini Bupati Kolaka Sekarang, Simak Biodata, Pendidikan, dan Kariernya
Karier Bachrun Labuta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna bukanlah hal baru. Sebelum memenangkan Pilkada 2024, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Muna periode 2021-2023, mendampingi Laode Muhammad Rusman Emba.
Ketika Rusman Emba mengakhiri masa jabatannya, Bachrun dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Bupati Muna. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk melanjutkan jalannya pemerintahan hingga akhirnya kembali memperoleh mandat masyarakat sebagai bupati melalui pemilihan langsung.
Latar belakangnya sebagai birokrat turut membentuk gaya kepemimpinan yang menekankan aspek administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.
Baca juga: Mengenal Sosok Dr. Azhari, Bupati Buton Tengah Periode 2025-2030
Dalam Pilkada Muna 2024, Bachrun maju bersama La Ode Asrafil, seorang birokrat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Pasangan Bachrun-Asrafil berhasil meraih 53.908 suara atau sekitar 45,65 persen suara sah dan ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Muna. Setelah dilantik, keduanya langsung memulai masa kerja lima tahun untuk memimpin Kabupaten Muna hingga 2030.
Perpaduan pengalaman Bachrun di pemerintahan daerah dan Asrafil di birokrasi pertanahan menjadi salah satu kekuatan yang diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
Selama periode 2025-2030, keduanya bertanggung jawab menjalankan roda pemerintahan, mengelola pelayanan publik, menyusun kebijakan pembangunan, hingga memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat demi mendukung pembangunan Kabupaten Muna.
Beberapa hari setelah dilantik, Bachrun mengumpulkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, dan kepala desa dalam acara silaturahmi perdana.
Kesempatan tersebut digunakan Bachrun untuk mengajak seluruh aparatur sipil negara mengubah pola pikir dari prinsip dilayani masyarakat menjadi melayani masyarakat. Menurut Bachrun, seluruh pejabat pemerintah bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat sehingga pelayanan publik harus menjadi prioritas utama.
Pesan tersebut menjadi salah satu arah kepemimpinan Bachrun pada awal masa jabatannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis