Jumat, 24 APRIL 2026 • 18:14 WIB

Liburan ke Sultra? Jangan Lupa Borong Deretan Buah Khas Ini

Author

Ilustrasi buah langsat. (Freepik/freestockcenter) (Mufida)

SULTRA - Sulawesi Tenggara menyimpan keanekaragaman hayati sebagai potensi pertanian, salah satunya buah khas. Beragam buah khas Sulawesi Tenggara tumbuh secara alami, menawarkan cita rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Tidak hanya sekadar buah konsumsi, beberapa di antaranya bahkan menjadi identitas lokal dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dari rasa yang eksotis hingga tekstur yang tidak biasa, buah-buahan ini menjadi bagian penting dari pengalaman kuliner di Sulawesi Tenggara.

Mengenal Kekayaan Agrowisata dan Buah Endemik Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara memiliki kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis buah tropis, mulai dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi. Tanah yang subur serta iklim yang stabil menjadikan daerah ini sebagai habitat ideal bagi tanaman buah lokal.

Beberapa buah bahkan tumbuh secara liar di hutan atau kebun masyarakat, menjadikannya relatif alami tanpa banyak intervensi teknologi pertanian modern. Inilah yang membuat rasa buah khas Sulawesi Tenggara cenderung lebih autentik.

Baca juga: Daftar Jenis Pabrik Makanan dan Minuman di Sultra, Sudah Tahu?

Daftar Buah Khas Sulawesi Tenggara yang Wajib Dicicipi

1. Durian Sultra

Durian dari Sulawesi Tenggara dikenal memiliki daging tebal dengan rasa manis legit dan aroma yang kuat. Beberapa varietas lokal bahkan memiliki tekstur lebih lembut dibanding durian dari daerah lain.

2. Langsat Konawe

Buah langsat dari wilayah Konawe terkenal dengan rasa manis segar dan sedikit asam. Kulitnya tipis dan mudah dikupas, menjadikannya favorit masyarakat lokal saat musim panen.

3. Rambutan Lokal

Rambutan di Sulawesi Tenggara memiliki ukuran yang bervariasi, dengan rasa manis alami dan kandungan air yang cukup tinggi. Biasanya banyak ditemukan di pekarangan rumah warga.

4. Kedondong Hutan

Berbeda dengan kedondong biasa, jenis ini memiliki rasa lebih asam dan sering dimanfaatkan sebagai bahan rujak atau olahan sambal khas daerah. Daunnya bahkan bisa dimasak dengan ayam kuah pada hidangan Ayam Tawaloho.

5. Sukun

Meski lebih dikenal sebagai bahan pangan, sukun juga termasuk hasil lokal yang banyak dijumpai. Teksturnya lembut dan sering diolah menjadi makanan tradisional.

Setiap buah khas Sulawesi Tenggara memiliki karakter rasa yang berbeda. Ada yang dominan manis seperti durian dan rambutan, hingga yang segar dan asam seperti kedondong.

Dari sisi kesehatan, buah-buahan ini umumnya kaya akan vitamin C, serat, serta antioksidan alami yang baik untuk daya tahan tubuh. Konsumsi buah lokal juga dinilai lebih sehat karena cenderung minim bahan kimia tambahan.

Baca juga: Eksplor Kuliner Khas Sulawesi Tenggara yang Bikin Ketagihan: Dari Sinonggi sampai Pisang Epe

Kapan Musim Panen Terbaik untuk Berburu Buah Ini?

Musim panen menjadi faktor penting jika ingin menikmati buah dalam kondisi terbaik. Beberapa periode yang umum antara lain:

  • Durian dan rambutan: akhir tahun hingga awal tahun
  • Langsat: pertengahan hingga akhir tahun
  • Kedondong dan sukun: relatif tersedia sepanjang tahun

Rekomendasi Tempat Membeli Buah Khas Sulawesi Tenggara

Untuk mendapatkan buah segar, masyarakat atau wisatawan bisa langsung mengunjungi pasar tradisional, sentra buah di Konawe dan Kolaka, Pasar Buah, hingga pedagang lokal di pinggir jalan saat musim panen.

Selain lebih murah, membeli langsung dari petani atau pedagang lokal juga memberikan pengalaman yang lebih autentik.

Buah khas Sulawesi Tenggara bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat. Keberadaannya mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam di wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU