Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 JULI 2026 • 15:21 WIB

Hugua Raih Gelar Doktor di Usia 65 Tahun dengan Gagasan Besar untuk Pariwisata Sultra

Hugua Raih Gelar Doktor di Usia 65 Tahun dengan Gagasan Besar untuk Pariwisata SultraWakil Gubernur Sultra, Hugua, meraih gelar Doktor (Instagram/hugua) (Mufida)

SULTRA - Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal itu dibuktikan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, yang resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Di usia 65 tahun, ia berhasil menuntaskan studi selama enam semester dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,73 dan diwisuda bersama 1.405 lulusan lainnya di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).

Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi tonggak akademik bagi Hugua, tetapi juga melahirkan sebuah gagasan baru untuk pengembangan sektor pariwisata Sulawesi Tenggara melalui penelitian yang berangkat dari kondisi riil daerah.

Baca juga: 7 Agenda Pariwisata Sultra 2026, Dari Mangrove Buton hingga Gelombang Wakatobi

Disertasi yang disusun Hugua berjudul Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian itu menyoroti besarnya potensi wisata alam dan budaya Sultra yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Riset tersebut juga mengungkap bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Tenggara masih berada di bawah rata-rata nasional. Sejumlah tantangan lain turut menjadi perhatian, mulai dari persoalan lingkungan di beberapa destinasi wisata hingga belum optimalnya pengelolaan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Melalui penelitiannya, Hugua merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan pembangunan destinasi wisata yang berorientasi jangka panjang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan datang ke Sulawesi Tenggara bukan hanya untuk menikmati panorama alam, tetapi juga ingin merasakan budaya lokal, mencicipi kuliner khas, serta memperoleh pengalaman baru yang berbeda dari daerah lain.

Baca juga: Sport Tourism Jadi Magnet Wisata Terbaru di Sulawesi Tenggara

Namun, ekspektasi tersebut dinilai belum sepenuhnya terpenuhi. Atraksi budaya masih terbatas, penyelenggaraan festival belum berlangsung secara konsisten, dan sejumlah layanan publik di destinasi wisata masih perlu ditingkatkan agar mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung.

Aspek aksesibilitas juga menjadi salah satu temuan penting dalam penelitian tersebut. Keterbatasan transportasi antardaerah membuat biaya perjalanan relatif tinggi sekaligus memperpanjang waktu tempuh, sehingga menjadi kendala bagi wisatawan, terutama yang memiliki waktu liburan singkat.

Selain itu, wisatawan dinilai membutuhkan informasi yang lebih lengkap mengenai destinasi, mulai dari harga tiket, rute perjalanan, hingga fasilitas yang tersedia. Informasi tersebut diharapkan dapat disajikan secara lebih optimal melalui platform digital agar lebih mudah diakses calon wisatawan.

Penelitian Hugua juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun sektor pariwisata. Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan media dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam pengembangan desa wisata, promosi digital, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi.

Salah satu hasil utama dari disertasi tersebut adalah lahirnya Model HUGUA, sebuah konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal yang terdiri atas lima pilar, yaitu Humanity, Uniqueness, Governance, Universal Promotion, dan Accessibility. Model ini dirancang sebagai kerangka yang dapat diterapkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Sulawesi Tenggara tanpa mengabaikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan.

Di balik keberhasilan akademiknya, Hugua mengakui bahwa tantangan terbesar selama menempuh pendidikan doktor adalah mengatur waktu di tengah tanggung jawab sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. Meski demikian, ia mampu menyelesaikan kedua amanah tersebut secara beriringan hingga akhirnya berhasil menyandang gelar doktor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hugua Raih Gelar Doktor di Usia 65 Tahun dengan Gagasan Besar untuk Pariwisata Sultra

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!