Ilustrasi wilayah luas (Magnific/jannoon028) (Mufida)
SULTRA - Kecamatan terluas di Kendari berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Kecamatan Baruga dengan luas wilayah sekitar 44,38 kilometer persegi. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Poasia dan Abeli yang juga memiliki cakupan wilayah cukup besar. Luas wilayah setiap kecamatan di Kota Kendari menunjukkan karakter geografis yang berbeda, mulai dari kawasan perkotaan yang padat hingga wilayah yang masih didominasi ruang terbuka, hutan, dan lahan pertanian.
Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari memiliki luas daratan sekitar 270,14 kilometer persegi yang terbagi ke dalam 11 kecamatan. Perbedaan luas wilayah tersebut turut memengaruhi pola pembangunan, kepadatan penduduk, serta potensi ekonomi di masing-masing kecamatan.
Baca juga: Data Terkini: Deretan Kawasan Terpadat di Kendari
Berdasarkan tabel luas wilayah BPS Kota Kendari tahun 2024, berikut urutan kecamatan berdasarkan luas wilayahnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Baruga memiliki luas wilayah hampir tujuh kali lipat dibandingkan Kecamatan Kadia yang menjadi kecamatan dengan wilayah paling kecil di Kota Kendari.
Baca juga: Data Penduduk Miskin Kendari Belum Rilis, Ini Data BPS Terbaru yang Bisa Jadi Acuan
Perbedaan luas wilayah antarkecamatan dipengaruhi oleh karakter geografis dan sejarah perkembangan Kota Kendari.
Kecamatan Baruga, Poasia, Abeli, dan Puuwatu masih memiliki kawasan yang cukup luas untuk permukiman, ruang terbuka, hingga pengembangan infrastruktur. Sebaliknya, kecamatan seperti Kadia, Wua-Wua, dan Mandonga berkembang sebagai pusat aktivitas perkotaan sehingga luas wilayahnya lebih kecil, tetapi memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
Sebagai kecamatan terluas, Baruga memiliki karakter wilayah yang beragam. Selain menjadi kawasan permukiman yang terus berkembang, Baruga juga menjadi lokasi berbagai fasilitas publik, kawasan pendidikan, pusat perdagangan baru, hingga jalur penghubung menuju wilayah Kabupaten Konawe Selatan.
Poasia memiliki potensi di sektor permukiman, perikanan, dan kawasan pesisir karena sebagian wilayahnya berbatasan dengan Teluk Kendari.
Sementara itu, Abeli dikenal sebagai kawasan yang memiliki aktivitas pelabuhan, perikanan, serta perdagangan. Lokasinya yang berada di pesisir menjadikan kecamatan ini memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi Kota Kendari.
Wilayah seperti Puuwatu dan Kambu terus berkembang sebagai kawasan hunian, pendidikan, dan layanan publik seiring bertambahnya jumlah penduduk.
Jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya, Baruga memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan untuk pengembangan kawasan perkotaan.
Sebaliknya, kecamatan seperti Kadia dan Wua-Wua memiliki luas yang lebih kecil, tetapi menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan permukiman sehingga tingkat kepadatan penduduknya relatif lebih tinggi.
Perbedaan luas wilayah tersebut menunjukkan bahwa ukuran suatu kecamatan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah penduduk maupun tingkat aktivitas ekonomi. Kecamatan dengan wilayah sempit justru dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan kota karena didukung infrastruktur dan fasilitas yang lebih lengkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS