Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 19 JUNI 2026 • 17:01 WIB

Menikmati Pesona Stalaktit: Wisata Susur Gua Eksotis yang Wajib Dicoba di Buton

Menikmati Pesona Stalaktit: Wisata Susur Gua Eksotis yang Wajib Dicoba di ButonWisatawan Gua Laumehe. (Sumber: Istimewa) (Mufida)

SULTRA - Pulau Buton di Sulawesi Tenggara menyimpan banyak gua eksotis, mulai dari gua bersejarah, gua dengan kolam air jernih, hingga lorong batu kapur yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi destinasi wisata unggulan karena menawarkan pengalaman menjelajahi "perut bumi" yang berbeda dari wisata alam pada umumnya.

Bentang alam karst yang tersebar di Pulau Buton dan Buton Tengah menjadikan kawasan ini memiliki ratusan gua dengan karakter yang beragam. Ada yang ramah untuk wisata keluarga, ada pula yang lebih cocok bagi pencinta caving karena memiliki lorong sempit, jalur berbatu, hingga sungai bawah tanah.

Baca juga: Mengenal Gua Lapahia di Sultra, Surga Cave Diving Alami Favorit Wisatawan Asing

Daya Tarik Wisata Susur Gua di Buton

Keunikan wisata susur gua di Buton terletak pada kondisi alamnya yang masih relatif alami. Sebagian besar gua terbentuk dari batuan kapur yang telah mengalami proses geologi selama ribuan bahkan jutaan tahun sehingga menghasilkan ornamen stalaktit dan stalagmit dengan bentuk yang unik. Selain menjadi destinasi wisata, beberapa gua juga memiliki nilai sejarah, budaya, bahkan menjadi sumber air bersih bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, setiap lokasi menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

Gua Lapahia, Buton Tengah

Gua Lapahia menjadi salah satu lokasi menarik bagi pencinta wisata susur gua di Pulau Muna dan Buton Tengah. Keunikan gua ini adalah lokasinya yang berada di dalam kawasan Kadena Glamping Dive Resort, sehingga pengunjung yang menginap dapat sekaligus menikmati pengalaman menjelajah gua alami.

Untuk mencapai mulut gua, pengunjung harus berjalan menuju area hutan di dalam kawasan glamping. Akses masuknya cukup menantang karena melewati celah batu yang sempit, kemudian dilanjutkan dengan jalur menurun yang cukup curam. Oleh karena itu, penggunaan sepatu yang memiliki daya cengkeram baik sangat disarankan.

Begitu berada di dasar gua, wisatawan akan disambut kolam air yang sangat jernih dengan nuansa biru kehijauan. Kondisi di dalam gua cukup gelap karena minim cahaya matahari, sehingga membawa headlamp atau senter menjadi perlengkapan wajib selama eksplorasi. Suasana yang masih alami menjadikan Gua Lapahia sebagai salah satu hidden gem yang belum banyak diketahui wisatawan di Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Diakui Dunia, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ternyata Ada di Pulau Muna

Goa Liang Kamoi, Buton

Goa Liang Kamoi di Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, menjadi salah satu destinasi yang paling mudah dijangkau. Berbeda dari gua pada umumnya, bagian tengah gua terbuka sehingga cahaya matahari masuk langsung ke dalam, menciptakan suasana yang terang layaknya taman alami di tengah batuan kapur.

Jalur menuju dasar gua relatif pendek sehingga cocok bagi wisatawan pemula maupun keluarga. Selain menikmati stalaktit dan stalagmit, pengunjung biasanya datang untuk berburu fotografi karena lanskapnya menyerupai lokasi dalam film fantasi.

Gua Lakasa, Baubau

Meski berada di Kota Baubau, Gua Lakasa masih menjadi bagian dari kawasan Pulau Buton yang sering masuk dalam paket wisata regional. Gua ini terkenal karena memiliki kolam air berwarna biru kehijauan yang sangat jernih serta dihiasi stalaktit dan stalagmit aktif. Menurut cerita masyarakat, nama Lakasa berasal dari warga yang pertama kali menemukan gua tersebut setelah mendapat petunjuk melalui mimpi. Terlepas dari kisah tersebut, Gua Lakasa kini menjadi salah satu ikon wisata alam Baubau.

Gua Maobu, Buton Tengah

Berlokasi di Desa Lalibo, Kecamatan Wasangka Tengah, Gua Maobu menawarkan pengalaman yang berbeda karena memiliki kolam alami sedalam sekitar tiga hingga delapan meter.

Airnya sangat jernih dan sebagian terhubung langsung dengan laut melalui lorong bawah tanah sehingga di titik tertentu terasa sedikit asin. Pengunjung dapat berenang sambil menikmati formasi batu kapur yang mengelilingi kolam.

Gua Koo, Buton Tengah

Gua Koo dikenal memiliki dua kolam alami berwarna biru kristal yang menjadi sumber air bersih masyarakat setempat. Gua ini difungsikan sebagai sumber air, sehingga wisatawan tidak diperbolehkan berenang. Meski demikian, panorama di dalam gua tetap menjadi daya tarik utama karena cahaya matahari memantul di permukaan air sehingga menghasilkan warna kebiruan yang memukau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menikmati Pesona Stalaktit: Wisata Susur Gua Eksotis yang Wajib Dicoba di Buton

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!