Ilustrasi penduduk miskin (AI Generated) (Mufida)
SULTRA - Persentase penduduk miskin di Kendari 2026 hingga kini belum dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sebagai acuan terbaru, BPS Provinsi Sulawesi Tenggara merilis bahwa persentase penduduk miskin di Sulawesi Tenggara pada Maret 2025 sebesar 10,54 persen, turun dibandingkan periode sebelumnya. Data ini menjadi gambaran terkini mengenai kondisi kemiskinan di daerah, sembari menunggu publikasi resmi BPS untuk tingkat kabupaten/kota maupun data tahun 2026.
Baca juga: Lengkap! Profil dan Cara Minta Data Riset ke Badan Pusat Statistik di Kendari
Meski belum tersedia data khusus Kota Kendari untuk tahun 2026, perkembangan di tingkat provinsi tetap memberikan gambaran mengenai tren sosial ekonomi yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
Hingga artikel ini diterbitkan, BPS belum merilis persentase penduduk miskin di Kendari tahun 2026. Sebagai referensi terbaru, BPS Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat bahwa pada Maret 2025:
Baca juga: Cek di Sini! Tempat Melihat Data Kurs Dolar yang Terus Melejit Hari Ini
Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan masih lebih rendah dibandingkan wilayah perdesaan di Sulawesi Tenggara.
Perubahan angka kemiskinan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial. Beberapa faktor yang umumnya berpengaruh antara lain:
Selain itu, kenaikan atau penurunan garis kemiskinan juga memengaruhi jumlah penduduk yang dikategorikan miskin menurut metodologi BPS.
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Sulawesi Tenggara pada Maret 2025 mengalami penurunan dibandingkan dua periode sebelumnya.
Data menunjukkan bahwa terjadi penurunan sebanyak 0,09 persen poin dibandingkan September 2024 dan 0,67 persen poin dibandingkan Maret 2024.
Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi kemiskinan secara umum di tingkat provinsi, meskipun tantangan pengentasan kemiskinan masih menjadi perhatian, terutama di wilayah perdesaan yang memiliki persentase penduduk miskin lebih tinggi.
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus menjalankan berbagai program untuk menekan angka kemiskinan. Upaya yang dilakukan meliputi penyaluran bantuan sosial, pemberdayaan pelaku UMKM, peningkatan keterampilan kerja, pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi produktif.
Pemerintah juga melakukan peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja sehingga jumlah penduduk miskin dapat terus berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS