Ilustrasi perkembangan ekonomi kreatif. (Freepik/jannoon28) (Mufida)
SULTRA - Beberapa tahun terakhir, ekonomi kreatif di Kendari menunjukkan perkembangan yang semakin nyata. Pertumbuhan kreator konten lokal di bidang pariwisata, kuliner, lifestyle, hingga komedi, menjamurnya cafe sebagai ruang berkarya, serta munculnya komunitas literasi yang berkembang menjadi pusat pelatihan digital skill menjadi bukti bahwa sektor kreatif mulai menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.
Fenomena ini tidak hanya menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, memperluas promosi daerah, serta mendorong anak muda untuk membangun karier berbasis kreativitas tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Baca juga: Wakil Wali Kota Kendari Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Strategi Digital
Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kendari. Jika sebelumnya sektor ekonomi lebih banyak bertumpu pada perdagangan dan jasa konvensional, kini industri kreatif mulai mengambil peran penting.
Media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga Facebook menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mempromosikan produk, destinasi wisata, kuliner, maupun layanan jasa. Banyak pelaku usaha lokal yang berhasil meningkatkan penjualan berkat strategi pemasaran berbasis konten digital.
Tidak hanya pelaku usaha, sejumlah kreator lokal juga mulai dikenal melalui konten-konten yang menampilkan kehidupan sehari-hari di Kendari, rekomendasi tempat makan, destinasi wisata, hingga hiburan komedi yang dekat dengan realitas masyarakat Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Pantai Nambo Jadi Etalase Kreativitas, Festival Ekonomi Kreatif Kendari 2025 Sukses Digelar
Salah satu subsektor yang berkembang pesat adalah konten pariwisata. Banyak kreator lokal secara konsisten memperkenalkan destinasi seperti Teluk Kendari, Pulau Bokori, Pantai Nambo, Toronipa, hingga berbagai objek wisata di daerah sekitar.
Konten video pendek dengan konsep cinematic dan storytelling terbukti efektif menarik perhatian wisatawan domestik maupun luar daerah. Secara tidak langsung, para kreator tersebut menjadi duta promosi daerah yang membantu memperluas jangkauan informasi wisata Sulawesi Tenggara.
Subsektor kuliner juga menunjukkan perkembangan signifikan. Berbagai usaha makanan dan minuman lokal kini tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga memperhatikan branding, desain kemasan, dan strategi pemasaran digital.
Cafe-cafe baru bermunculan dengan konsep yang lebih modern dan estetik. Tempat seperti kawasan Teluk Kendari, Kendari Beach, hingga sejumlah cafe rooftop menjadi lokasi favorit pembuatan konten sekaligus sarana promosi bisnis. Banyak pelaku usaha kuliner yang memanfaatkan media sosial untuk membangun identitas merek dan menjangkau pelanggan baru tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar.
Perkembangan ekonomi kreatif di Kendari juga terlihat dari meningkatnya jumlah kreator lifestyle dan komedi. Konten mengenai aktivitas harian, tren anak muda, review tempat nongkrong, hingga humor khas Sulawesi Tenggara berhasil menarik audiens yang luas.
Subsektor ini membuka peluang baru bagi kolaborasi antara kreator dan pelaku UMKM, mulai dari promosi produk hingga kampanye pemasaran digital.
Jika dulu cafe hanya identik dengan tempat makan dan minum, kini fungsinya jauh lebih luas. Banyak cafe di Kendari berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi fotografer, videografer, penulis, desainer grafis, hingga kreator konten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis