Ikon wisata Kolaka (Dok. Wikipedia) (Mufida)
SULTRA - Bentang alam Kabupaten Kolaka tidak hanya didominasi kawasan pesisir, tetapi juga perbukitan, hutan, hingga wilayah pertanian yang luas. Kondisi geografis tersebut membuat setiap kecamatan memiliki cakupan area yang berbeda. Kecamatan terluas di Kabupaten Kolaka saat ini adalah Samaturu dengan luas sekitar 531,44 kilometer persegi, disusul Wolo dan Watubangga. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar ruang daratan Kolaka berada di kecamatan-kecamatan yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Baca juga: Penuh Makna, Begini Sejarah Singkat Lahirnya Kabupaten Kolaka
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kolaka yang mengacu pada statistik wilayah terbaru, berikut urutan kecamatan dengan wilayah terluas.
Kecamatan Samaturu: 531,44 km²
Kecamatan Wolo: 524,86 km²
Kecamatan Watubangga: 358,36 km²
Kecamatan Iwoimendaa: 199,33 km²
Kecamatan Pomalaa: 264,51 km²
Kecamatan Tanggetada: 275,71 km²
Kecamatan Latambaga: 252,36 km²
Kecamatan Wundulako: 185,24 km²
Kecamatan Kolaka: 142,54 km²
Kecamatan Polinggona: 140,02 km²
Kecamatan Baula: 120,73 km²
Kecamatan Toari: 96,79 km²
Sementara itu, Kecamatan Toari menjadi kecamatan dengan luas wilayah paling kecil di Kabupaten Kolaka, yakni sekitar 96,79 kilometer persegi.
Baca juga: Potensi Komoditas Perkebunan di Kolaka, Ada Kakao, Kelapa Sawit Hingga Pala
Sebaran luas wilayah di Kabupaten Kolaka menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar antara kecamatan di wilayah pegunungan dengan kawasan perkotaan. Samaturu dan Wolo memiliki luas lebih dari 500 kilometer persegi sehingga menjadi dua kecamatan terbesar di kabupaten ini.
Sebaliknya, Kecamatan Kolaka dan Latambaga yang menjadi pusat pemerintahan memiliki wilayah yang relatif lebih kecil, tetapi aktivitas ekonomi dan jumlah penduduknya jauh lebih padat dibandingkan kecamatan yang memiliki wilayah luas.
Kecamatan Samaturu didominasi kawasan perbukitan, hutan, serta lahan pertanian dan perkebunan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, dan cengkih, disertai potensi pertanian tanaman pangan yang cukup besar.
Kecamatan Wolo memiliki karakter geografis yang hampir serupa dengan bentang alam perbukitan dan kawasan hutan yang luas. Potensi pertanian, perkebunan, serta sumber daya alam menjadi sektor unggulan yang menopang perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, Kecamatan Watubangga memiliki kawasan pertanian yang berkembang serta akses menuju wilayah pesisir, sehingga turut mendukung aktivitas perdagangan hasil pertanian dan perikanan.
Dengan luas mencapai 531,44 kilometer persegi, Kecamatan Samaturu menguasai sekitar 17,95 persen dari total luas Kabupaten Kolaka. Luas tersebut hampir 5,5 kali lebih besar dibandingkan Kecamatan Toari yang memiliki luas sekitar 96,79 kilometer persegi.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa luas wilayah tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah penduduk maupun aktivitas ekonomi. Kecamatan yang luas umumnya memiliki kawasan hutan, perkebunan, dan pertanian yang mendominasi penggunaan lahan, sedangkan kecamatan dengan wilayah lebih kecil justru berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS