Warisan Logam Sultra Termasuk yang Tertinggi di Indonesia: Antara Kekayaan Alam dan Tanggung Jawab Masa Depan
SULTRA - Di balik hamparan hutan dan bentang alam Sulawesi Tenggara yang memesona, tersimpan potensi logam luar biasa yang tengah menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Lebih dari sekadar angka, data yang dipaparkan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengisyaratkan satu pesan besar: kekayaan bukan hanya untuk dihitung, tapi harus dipertanggungjawabkan.
Sultra memiliki lebih dari 65 juta ton sumber daya logam, dan hampir 21 juta ton sudah teridentifikasi sebagai cadangan. Ini angka tertinggi di Indonesia. Namun, bukan angka itu yang jadi penekanan utama. Dalam forum yang dihadiri lintas lembaga dari pusat hingga daerah, Gubernur Andi menggarisbawahi prinsip yang lebih mendasar: transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab.
Baca juga: Labengki Terancam: Tambang-Tambang Nakal Gerogoti Kawasan Konservasi Laut Sultra
Gubernur juga mengumumkan bahwa 16 IUP (Izin Usaha Pertambangan) Mineral Bukan Logam dan Batuan telah menerima RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) periode 2024–2026. Angka-angka produksi mulai dari batuan hingga pasir kuarsa disampaikan sebagai bentuk kesiapan industri untuk memberi kontribusi nyata. Misalnya, PT Ilyas Karya siap memproduksi dua juta m³ batuan per tahun, sementara PT Citra Khusuma Sultra menargetkan lebih dari satu juta ton batu gamping.
Data lain yang dipaparkan menyiratkan tantangan yang tak kecil. Hingga pertengahan 2025, terdapat 88 IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) seluas lebih dari 43 ribu hektare. Kabupaten Kolaka menjadi pemegang luasan terbesar. Gubernur menyebut pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas tambang agar tidak mengorbankan ekosistem jangka panjang.
Baca juga: Tragedi di Lokasi Tambang: Operator Alat Berat Tewas Dihantam Batu Besar
Selain itu, ia juga menyentuh soal penyelamatan aset strategis milik pemerintah provinsi. Ada 16 bidang aset yang sebagian besarnya berupa tanah di lokasi strategis seperti kawasan Nangananga dan Jalan Bunga Seroja yang kini sedang ditertibkan.
Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penegak hukum hingga masyarakat sipil, untuk menjaga agar pertambangan bukan hanya menggerus tanah, tapi juga membawa manfaat sosial-ekonomi jangka panjang. Ia ingin meletakkan fondasi yang tidak hanya kuat untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Karena di balik setiap ton logam yang diambil dari perut bumi Sultra, tersimpan amanah besar: membangun warisan, bukan kerusakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Sultra