Ilustrasi alat berat (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Suasana duka menyelimuti Desa Matawawatu, Kecamatan Moramo Utara, setelah seorang operator alat berat berinisial SF (20) kehilangan nyawa dalam insiden kerja tragis di lokasi tambang batu milik warga, Arifuddin, yang berlokasi di Desa Lamokula, Jumat sore (18/7/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.
Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan, Iptu Laode Muhammad Jefri Hamzah, korban tengah mengoperasikan alat berat jenis breaker saat peristiwa nahas itu terjadi. Sempat diperingatkan oleh rekan kerjanya melalui alat komunikasi HT agar menghentikan aktivitas karena situasi tidak aman, batu-batu masih berjatuhan dari tebing, SF tetap melanjutkan pekerjaan karena mengira hanya tanah yang longsor.
Namun tak berselang lama, sebuah batu besar meluncur dari atas ketinggian dan menghantam alat berat yang dikendalikan SF. Benturan keras itu membuat alat berat terguling sejauh kurang lebih 30 meter ke bawah lereng.
Korban langsung dievakuasi dalam kondisi kritis dan dibawa ke RS Abunawas Kendari, namun nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WITA dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Wawatu untuk disemayamkan.
Baca juga: Mahasiswa MBM Sultra Kepung Kantor Wali Kota dan DPRD Baubau: Desak Perbaikan Jalan Rusak di Lea-Lea
Berdasarkan hasil visum dari Puskesmas Lalowaru, korban mengalami cedera parah di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, bahu, lengan, mata, dan betis.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa beberapa saksi. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara menyeluruh apakah terdapat kelalaian yang berkontribusi dalam kecelakaan maut tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Konawe