Ilustrasi isi bensin. (Freepik/jcomp) (Mufida)
SULTRA - PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di wilayah Sulawesi Tenggara mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini mencakup seluruh produk BBM nonsubsidi, baik dari lini pertamax series maupun dex series.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa evaluasi harga BBM dilakukan secara rutin dengan mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain perkembangan harga minyak mentah global berdasarkan referensi Argus dan Mean of Platts Singapore (MOPS), serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Awal Desember, Pertalite dan Solar Tetap Stabil di Sultra
Menurut Roberth, langkah ini diambil agar harga BBM nonsubsidi Pertamina tetap kompetitif di tengah perubahan pasar energi internasional, tanpa mengesampingkan regulasi yang berlaku.
Berdasarkan data yang dirilis Pertamina, harga pertamax di Sulawesi Tenggara mengalami penurunan dari Rp12.950 per liter pada Desember 2025 menjadi Rp12.650 per liter per Januari 2026. Penyesuaian serupa juga terjadi pada pertamax turbo yang kini dibanderol Rp13.700 per liter, turun dari sebelumnya Rp14.050.
Baca juga: Mulai 1 Oktober, Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi di Sultra
Sementara itu, harga pertamina dex tercatat turun cukup signifikan, dari Rp15.300 menjadi Rp13.900 per liter. Produk dexlite juga mengalami penurunan harga dari Rp15.000 menjadi Rp13.800 per liter.
Di sisi lain, Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga untuk BBM bersubsidi. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan solar subsidi atau biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pertamina