Harga BBM Nonsubsidi naik. (Freepik/pikisuperstar) (Mufida)
SULTRA - Awal bulan Desember 2025 diwarnai dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero). Kebijakan ini berlaku nasional, termasuk di Sulawesi Tenggara, dan berdampak pada empat jenis BBM nonsubsidi. Meskipun kenaikannya bervariasi, pola yang terlihat masih sama, harga mengikuti kondisi pasar global.
Penyesuaian ini bukan keputusan mendadak. Pertamina rutin meninjau ulang harga jual berdasarkan dua indikator utama, yaitu pergerakan Indonesia Crude Price dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saat harga minyak dunia bergerak naik, tarif BBM nonsubsidi biasanya ikut terkerek.
Baca juga: Mulai 1 Oktober, Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi di Sultra
Untuk wilayah Sultra, Pertamax menjadi salah satu produk yang mengalami perubahan paling ringan. Harga per liternya kini berada di angka Rp12.950, naik dari Rp12.500. Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Turbo yang kini dijual Rp14.050 per liter, setelah sebelumnya dipatok Rp13.400.
Jenis BBM diesel nonsubsidi juga tidak luput dari penyesuaian. Pertamina Dex mengalami kenaikan dari Rp14.500 menjadi Rp15.300. Sementara Dexlite kini dijual Rp15.000 per liter, setelah sebelumnya berada pada harga Rp14.200. Di sisi lain, harga BBM subsidi tetap tidak berubah. Pertalite masih dipatok pada Rp10.000 per liter dan solar subsidi tetap Rp6.800. Stabilnya harga dua jenis BBM ini menjadi penyeimbang bagi masyarakat yang lebih banyak mengandalkan bahan bakar bersubsidi untuk aktivitas harian.
Baca juga: Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Kolaka Utara, Sopir Tewas dan Kernet Luka Berat
Kenaikan harga BBM nonsubsidi biasanya memunculkan diskusi publik, terutama mengenai dampaknya terhadap biaya transportasi dan aktivitas ekonomi. Namun, penyesuaian ini juga menjadi bagian dari mekanisme pasar yang telah diterapkan pemerintah dan Pertamina beberapa tahun terakhir. Setidaknya, keberadaan BBM subsidi yang masih dijaga harganya memberi ruang bagi masyarakat yang sensitif terhadap perubahan harga energi.
Kebijakan awal Desember ini menjadi pengingat bahwa dinamika energi global masih terus memengaruhi harga domestik. Masyarakat Sultra pun kembali harus beradaptasi dengan perubahan tarif, sambil menunggu perkembangan harga minyak dunia ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pertamina