SULTRA - Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah yang berada di bekas Gedung STOVIA, Jakarta Pusat, tempat lahirnya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Museum ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi populer karena menyimpan jejak awal kebangkitan nasional Indonesia, lengkap dengan ruang kelas kedokteran tempo dulu, koleksi foto perjuangan, hingga benda bersejarah dari masa kolonial Belanda.
Baca juga: Mengapa 20 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Ini Asal Usulnya
Daya Tarik dan Koleksi Sejarah di Museum Kebangkitan Nasional
Museum Kebangkitan Nasional memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena dulunya merupakan sekolah kedokteran pribumi pertama di Indonesia, yakni STOVIA atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen. Gedung ini menjadi tempat belajar para tokoh pergerakan nasional seperti Dr. Soetomo, Cipto Mangunkusumo, hingga Wahidin Sudirohusodo. Dari tempat inilah lahir organisasi Budi Utomo yang kemudian dianggap sebagai tonggak Kebangkitan Nasional Indonesia.
Beberapa koleksi menarik yang dapat ditemukan di museum ini antara lain:
Ruang Anatomi dan Kelas Kedokteran Kuno
Pengunjung dapat melihat suasana ruang belajar mahasiswa kedokteran era kolonial lengkap dengan meja kayu, alat medis lama, dan ilustrasi anatomi manusia. Ruangan ini menjadi salah satu spot favorit karena menghadirkan nuansa pendidikan tempo dulu yang masih dipertahankan.
Koleksi Foto dan Arsip Perjuangan Nasional
Museum juga menyimpan dokumentasi sejarah mengenai lahirnya organisasi pergerakan nasional di Indonesia. Foto tokoh, surat kabar lama, hingga arsip perjuangan menjadi bagian penting yang menjelaskan perkembangan nasionalisme Indonesia.
Asrama Pelajar STOVIA
Area asrama memperlihatkan bagaimana kehidupan mahasiswa pribumi pada masa penjajahan Belanda. Tempat ini menjadi simbol bahwa pendidikan pernah menjadi alat perjuangan paling penting melawan kolonialisme.
Diorama Pergerakan Nasional
Museum menghadirkan diorama yang menggambarkan suasana berdirinya Budi Utomo dan perkembangan organisasi pergerakan lainnya di Indonesia. Visualisasi ini memudahkan pengunjung memahami sejarah secara lebih interaktif.
Baca juga: Rekomendasi Liburan Indoor Berkualitas, Jelajah Wisata Museum di Sultra
Lokasi, Jam Buka, dan Rute Kendaraan Menuju Gedung STOVIA
Museum Kebangkitan Nasional berada di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 26, Senen, Jakarta Pusat. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Bagi pengguna KRL Commuter Line, pengunjung bisa turun di Stasiun Juanda atau Stasiun Senen, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek online atau angkutan umum. Sementara pengguna TransJakarta dapat turun di halte sekitar kawasan Senen dan melanjutkan perjalanan menuju museum.
Adapun jam operasional Museum Kebangkitan Nasional umumnya sebagai berikut:
- Selasa hingga Minggu: pukul 08.00–16.00 WIB
- Senin dan hari besar tertentu: tutup
Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi museum karena jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu.
Harga Tiket Masuk Museum Kebangkitan Nasional Terbaru
Salah satu alasan museum ini ramai dikunjungi pelajar dan wisatawan adalah harga tiketnya yang sangat terjangkau. Berikut estimasi harga tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional:
- Pelajar dan mahasiswa: sekitar Rp2.000
- Dewasa umum: sekitar Rp5.000
- Wisatawan mancanegara: sekitar Rp10.000
Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai koleksi sejarah nasional di dalam museum. Murah sekali untuk ukuran tempat yang menyimpan awal mula lahirnya kesadaran bangsa Indonesia. Ironisnya, parkir di beberapa kafe modern kadang justru lebih mahal daripada tiket masuk museum sejarah nasional.
Apa Tujuan Didirikannya Museum Kebangkitan Nasional?
Museum Kebangkitan Nasional didirikan untuk melestarikan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Museum ini bertujuan mengenalkan kembali nilai-nilai nasionalisme, pendidikan, dan semangat persatuan yang pernah diperjuangkan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia.
Selain menjadi tempat wisata sejarah, museum juga sering digunakan sebagai lokasi kegiatan edukasi, kunjungan sekolah, seminar kebangsaan, hingga peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kementerian Kebudayaan RI