Museum Bharugano Wuna. (Dok. Istimewa) (Naaifah)
SULTRA - Sejak diresmikan pada 14 Mei 2018, Museum Bharugano Wuna menjadi pilihan destinasi untuk ruang edukasi sekaligus wisata budaya di Kota Raha. Dulunya, bangunan ini dikenal sebagai Rumah Adat Muna, tapi kemudian digantimi namanya karena ada surat keputusannya pemerintah daerah.
Kalau korang berkunjung ke sini, kita bisa ji lihat arsitektur museumnya itu gaya khas Wuna (Muna), ada interpretasi kearifan lokal yang telah lama hidup di masyarakat Muna. Bahkan tata ruangnya pun meniru konsep Kamali. Kamali itu kawasan istana yang menjadi pusat pemerintahan pada masa kerajaan dahulu.
Baca juga: Masjid Tua Wawoangi: Warisan Penyebaran Islam di Puncak Bukit Sampolawa
Visi museum ini adalah menjadi pusat dokumentasi, media pembelajaran, sekaligus objek wisata budaya, sehingga kalo korang ke sini, pastimi bisa saksikan berbagai koleksi berharga. Koleksi berharga yang korang bisa lihat adalah layang-layang tradisional Kaghati Kolope yang terbuat dari daun kolope, koleksi historika, etnografika, hingga karya seni rupa yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Saat ini, museumnya dikelola langsung sama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Jadi, museum ini bukan hanya untuk melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menjadi jendela bagi kita-kita generasi muda dan korang wisatawan supaya lebih mengenal sejarah dan budaya Muna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia