Jumat, 15 MEI 2026 • 20:58 WIB

Mau Nyeberang Pulau? Kenali Daftar Pelabuhan Penting di Sulawesi Tenggara

Author

Ilustrasi pelabuhan. (Freepik/rawpixel.com) (Mufida)

SULTRA - Pelabuhan di Sulawesi Tenggara merupakan tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan. Mulai dari pelabuhan penumpang di Kendari, dermaga wisata di Wakatobi, hingga pelabuhan feri penghubung antarkabupaten, seluruh jaringan transportasi laut ini berperan penting dalam aktivitas ekonomi, pariwisata, dan distribusi logistik di Sultra.

Sebagai provinsi dengan banyak wilayah kepulauan, Sulawesi Tenggara sangat bergantung pada transportasi laut. Tidak hanya untuk perjalanan masyarakat lokal, pelabuhan di daerah ini juga menjadi akses utama wisatawan menuju destinasi bahari seperti Wakatobi, Labengki, hingga Pulau Bokori.

Daftar Pelabuhan dan Dermaga Utama yang Beroperasi di Sulawesi Tenggara

Pelabuhan Nusantara Kendari: Pusat Penyeberangan Penumpang dan Logistik

Pelabuhan Nusantara Kendari merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Sulawesi Tenggara. Pelabuhan Nusantara menjadi pusat dari perpindahan penumpang antarpulau, bongkar muat logistik, serta tempat sandar kapal Pelni dan kapal perintis. Rute yang dilayani:

Kendari - Makassar
Kendari - BauBau
Kendari - Raha
Kendari - Wakatobi

Pelabuhan ini menjadi pusat aktivitas laut utama masyarakat Sultra karena terhubung langsung dengan berbagai wilayah kepulauan.

Baca juga: Jalur Panjang Menuju Laut, Mengurai Proses Perizinan Kemenhub untuk Kapal Cepat di Indonesia

Pelabuhan Ferry Kendari: Jalur Penting Penyeberangan Kendaraan

Pelabuhan ferry di kawasan Torobulu dan Tampo menjadi jalur vital penghubung darat dan laut antara Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan. Rute paling populer di pelabuhan ini adalah dari Torobulu ke Tampo. 

Jalur ini sering dipilih masyarakat yang bepergian dari Kendari menuju wilayah selatan Sulawesi tanpa harus memutar lewat jalur darat panjang.

Pelabuhan Murhum BauBau: Gerbang Laut Kepulauan Buton

Pelabuhan Murhum menjadi akses utama wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya. Pelabuhan ini melayani kapal Pelni dan kapal cepat serta angkutan logistik antarpulau. Para penumpang yang berada di pelabuhan ini mayoritas memilih rute BauBau - Makassar, BauBau - Wakatobi, serta BauBau - Ambon.

Lokasinya yang strategis membuat BauBau berkembang sebagai salah satu kota pelabuhan penting di kawasan timur Indonesia.

Pelabuhan Wanci: Akses Utama Wisata Bahari Wakatobi

Pelabuhan Wanci menjadi pintu masuk wisatawan menuju kawasan wisata laut Wakatobi. Secara umum, pelabuhan inilah tempat penyeberangan antarpulau Wakatobi, dermaga kapal wisata, dan transportasi masyarakat lokal. Dari pelabuhan ini, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju:

  • Pulau Tomia
  • Pulau Kaledupa
  • Pulau Binongko

Selain kapal reguler, tersedia juga speedboat untuk perjalanan wisata tertentu.

Dermaga Labengki: Jalur Wisata ke Surga Tropis Sultra

Dermaga ini menjadi titik keberangkatan wisatawan menuju:

  • Pulau Labengki
  • Sombori
  • Spot snorkeling dan diving

Sebagian besar wisatawan berangkat dari kawasan Kendari atau Konawe Utara sebelum menyeberang menuju pulau-pulau wisata tersebut.

Baca juga: Kapal Cepat Indomas Muna Siap Layari Raha–Maligano–Kendari

Rute Pelayaran Utama dan Estimasi Waktu Tempuh

Beberapa rute laut populer di Sulawesi Tenggara antara lain:

Kendari - BauBau
10-14 jam

Kendari - Wakatobi
12-15 jam

BauBau - Wakatobi
8-10 jam

Torobulu - Tampo
sekitar 1 jam

Kendari - Labengki
2–4 jam

Waktu perjalanan biasanya dipengaruhi kondisi cuaca dan jenis kapal yang digunakan.

Fasilitas Ruang Tunggu dan Akses Transportasi

Sebagian pelabuhan utama di Sultra telah dilengkapi ruang tunggu penumpang, loket tiket, area parkir kendaraan, warung makan dan minimarket. Untuk akses ke pelabuhan, masyarakat bisa menggunakan ojek online, angkutan kota, rental mobil, dan mobil travel antarkabupaten.

Pelabuhan besar seperti Kendari dan BauBau juga memiliki area bongkar muat logistik yang cukup aktif setiap hari. Pelabuhan di Sulawesi Tenggara tidak hanya menjadi jalur transportasi masyarakat, tetapi juga penggerak ekonomi daerah.

Fungsinya meliputi distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekspor hasil laut dan tambang, akses wisata bahari, serta mobilitas masyarakat kepulauan. Tanpa pelabuhan, banyak wilayah di Sultra akan sulit dijangkau karena karakter geografisnya yang dipisahkan laut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU