Jumat, 23 JANUARI 2026 • 14:21 WIB

Masjid Terbesar di Kendari Ini Berdiri di Atas Laut, Bukan Sekadar Ikon tapi Pusat Aktivitas Umat

Author

Masjid Al-Alam, masjid terbesar di Kota Kendari. (Pixabay/queenfiles) (Mufida)

SULTRA - Masjid terbesar di Kendari adalah Masjid Al-Alam Kendari, yang dikenal luas sebagai masjid terapung karena lokasinya berada di atas perairan Teluk Kendari. Masjid ini tidak hanya menjadi landmark religi Kota Kendari, tetapi juga pusat kegiatan keislaman dan sosial masyarakat Sulawesi Tenggara. Dengan luas bangunan yang besar dan daya tampung jamaah ribuan orang, Masjid Al-Alam menjadi rujukan utama pelaksanaan ibadah berskala besar, seperti salat Id, tabligh akbar, dan peringatan hari besar Islam.

Sejarah Singkat Masjid Al-Alam Kendari

Masjid Al-Alam mulai dibangun oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari pengembangan kawasan Teluk Kendari. Peresmian masjid ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pusat ibadah representatif bagi umat Islam. Sejak berdiri, masjid ini berkembang tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga ruang edukasi, pembinaan keagamaan, serta area aktivitas kuliner UMKM.

Baca juga: Berdiri Sejak Awal Perkembangan Kota, Masjid Tertua di Kendari Ini Jadi Tujuan Wisata Religi Jelang Ramadan

Luas Bangunan dan Daya Tampung Jamaah

Masjid Al-Alam Kendari memiliki bangunan utama yang luas dengan 2 lantai, dilengkapi pelataran besar yang menghadap langsung ke laut. Daya tampungnya mencapai ribuan jamaah, baik di ruang utama maupun area luar masjid. Kapasitas ini menjadikannya masjid terbesar di Kendari dari sisi ukuran dan fungsi pelayanan umat.

Keunikan Arsitektur Masjid Terapung

Keunikan utama Masjid Al-Alam terletak pada konsep arsitektur terapung di atas laut. Bangunan masjid ditopang oleh struktur kokoh yang menyatu dengan perairan Teluk Kendari. Kubah besar, menara tinggi, serta desain simetris memberikan kesan megah sekaligus modern. Saat malam hari, pencahayaan masjid memantul di permukaan laut, menciptakan panorama religius yang khas.

Baca juga: Masjid Tua Wawoangi: Warisan Penyebaran Islam di Puncak Bukit Sampolawa

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Al-Alam Kendari berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial-keagamaan. Berbagai agenda rutin digelar, mulai dari kajian Islam, pengajian, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada momen tertentu, masjid ini juga menjadi ruang silaturahmi umat lintas daerah yang berkunjung ke Kendari. Di sekitar Masjid Al-Alam terdapat ruang terbuka yang sangat luas dan diisi oleh pedagang kuliner UMKM. Area tersebut dilengkapi meja dan kursi yang nyaman untuk pengunjung.

Masjid Al-Alam menjadi identitas Kota Kendari sebagai kota yang religius dan terbuka. Keberadaannya di kawasan strategis menjadikan masjid ini simbol persatuan umat sekaligus destinasi religi yang memperkuat citra Kendari di tingkat regional maupun nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU