Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 08 JANUARI 2026 • 12:59 WIB

Berdiri Sejak Awal Perkembangan Kota, Masjid Tertua di Kendari Ini Jadi Tujuan Wisata Religi Jelang Ramadan

Berdiri Sejak Awal Perkembangan Kota, Masjid Tertua di Kendari Ini Jadi Tujuan Wisata Religi Jelang RamadanMasjid Raya Kota Kendari. (Dok. Google Maps) (Mufida)

SULTRA - Menjelang bulan suci Ramadan, minat masyarakat terhadap wisata religi di Kota Kendari cenderung meningkat. Salah satu destinasi yang kembali menjadi perhatian adalah masjid tertua di kota Kendari, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai saksi awal perkembangan Islam dan pembentukan ruang sosial serta wisata religi masyarakat Kendari.

Keberadaan masjid bersejarah ini menawarkan pengalaman spiritual sekaligus edukatif, terutama bagi generasi muda yang ingin memahami akar sejarah Islam di daerahnya.

Masjid tertua di Kota Kendari adalah Masjid Raya Kota. Masjid ini terletak di Kelurahan Kandai. Masjid ini masih aktif digunakan hingga kini. Masjid ini dibangun pada masa awal pertumbuhan permukiman Kendari dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat pesisir.

Baca juga: 6 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Sulawesi Tenggara yang Jarang Diketahui

Pada masa awal berdirinya, masjid ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai ruang musyawarah, pendidikan agama, serta pusat penyebaran nilai-nilai Islam di wilayah Kendari dan sekitarnya.

Secara arsitektur, masjid ini tidak menampilkan kemegahan modern. Struktur bangunan yang sederhana, bentuk atap khas masjid lama, serta beberapa elemen bangunan asli yang masih dipertahankan justru menjadi daya tarik tersendiri.

Nilai historis inilah yang membuat Masjid Raya Kota memiliki posisi penting dalam sejarah keislaman di Kendari, meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan jamaah.

Baca juga: Pinisi Kendari Meambo Mulai Beroperasi, Teluk Kendari Disiapkan Jadi Ikon Wisata Kota

Menjelang Ramadan, masjid tertua ini kerap dikunjungi masyarakat untuk beribadah, berdoa, dan melakukan refleksi spiritual. Aktivitas seperti salat sunnah, tadarus Al-Qur’an, dan kajian keislaman menjadi bagian dari suasana religius yang semakin terasa. Bagi sebagian warga, berkunjung ke masjid bersejarah ini menjadi cara mempersiapkan diri secara batin sebelum memasuki bulan puasa, sekaligus mengenang perjalanan dakwah Islam di Kendari.

Hingga kini, masjid tertua di Kendari tetap berperan sebagai pusat aktivitas sosial dan keagamaan. Selain ibadah rutin, masjid juga menjadi lokasi kegiatan Ramadan seperti buka puasa bersama, pembagian zakat, dan pengajian. Bahkan, dari berbagai ulasan masyarakat, masjid Raya Kota menjadi tempat masyarakat menikmati matahari terbenam di Teluk Kendari. Letak masjid di ketinggian menjadi nilai pariwisata bagi masyarakat yang beribadah ke masjid ini.

Keberlanjutan fungsi ini menunjukkan bahwa masjid tidak hanya dijaga sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai ruang hidup yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Wisata religi ke masjid bersejarah ini memberi pengalaman berbeda, menggabungkan ibadah, refleksi, dan pemahaman sejarah dalam satu kunjungan yang bermakna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Berdiri Sejak Awal Perkembangan Kota, Masjid Tertua di Kendari Ini Jadi Tujuan Wisata Religi Jelang Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!