Berikut beberapa titik pantau hilal resmi di Sultra. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Menjelang Ramadan, perhatian publik biasanya tertuju pada titik pantau hilal di Sultra yang menjadi bagian dari jaringan pemantauan hilal nasional. Lokasi-lokasi ini digunakan untuk mengamati kemunculan hilal sebagai dasar penetapan awal bulan Hijriah, terutama Ramadhan dan Syawal. Pemerintah sendiri telah menetapkan 96 titik pantau hilal resmi di seluruh Indonesia, termasuk beberapa titik strategis di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pemantauan hilal tidak dilakukan sembarangan. Setiap titik dipilih berdasarkan kondisi geografis, visibilitas ufuk barat, serta minimnya gangguan cahaya. Karena itu, titik pantau hilal di Sulawesi Tenggara umumnya berada di wilayah pesisir atau dataran tinggi yang menghadap langsung ke arah matahari terbenam.
Titik pantau hilal adalah lokasi resmi yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama untuk melakukan rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung bulan sabit pertama penanda awal bulan Hijriah. Hasil pengamatan dari titik-titik ini menjadi bahan sidang isbat yang menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Keberadaan titik pantau hilal penting karena menjadi penghubung antara perhitungan astronomi (hisab) dan observasi langsung di lapangan.
Fungsi utama titik pantau hilal adalah memastikan keabsahan penetapan awal bulan Hijriah secara syariat dan ilmiah. Data dari lokasi ini dilaporkan ke pusat dan diverifikasi bersama hasil hisab. Dengan kata lain, titik pantau hilal bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari proses penentuan kalender Islam nasional.
Beberapa titik pantau hilal di Sultra yang dikenal sebagai lokasi resmi atau rutin digunakan dalam pemantauan antara lain:
1. Pantai Nambo, Kota Kendari
Pantai Nambo menjadi salah satu lokasi favorit karena menghadap langsung ke ufuk barat dengan cakrawala laut terbuka. Minimnya penghalang visual menjadikan lokasi ini ideal untuk rukyatul hilal, terutama saat cuaca cerah. Pemantauan biasanya dilakukan oleh tim Kemenag, BMKG, dan ormas Islam.
Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwal Imsakiyah Kota Kendari Ramadhan 2026
2. Pantai Toronipa, Kabupaten Konawe
Pantai Toronipa dikenal memiliki garis pantai panjang dan pandangan luas ke arah matahari terbenam. Lokasi ini sering dipilih sebagai alternatif titik pantau karena relatif jauh dari polusi cahaya kota.
3. Kawasan Pesisir Kabupaten Buton
Wilayah pesisir di Kabupaten Buton juga masuk dalam jaringan titik pantau hilal Sulawesi Tenggara. Posisi geografisnya yang menghadap langsung Laut Banda membuat pengamatan hilal lebih optimal.
4. Pesisir Wakatobi
Selain terkenal sebagai destinasi wisata, beberapa titik di Wakatobi digunakan untuk pengamatan hilal karena kondisi langitnya relatif bersih dan horizon laut yang luas.
Perlu dicatat, jumlah titik pantau hilal bisa bersifat dinamis. Pemerintah daerah bersama Kemenag dapat menyesuaikan lokasi sesuai kondisi cuaca dan teknis pengamatan.
Baca juga: 4 Masjid Terbaik Untuk Itikaf di Kota Kendari, Lengkap dengan Panduan Ibadahnya
Pemantauan hilal biasanya dilakukan pada tanggal 29 bulan berjalan dalam kalender Hijriah, tepat saat matahari terbenam. Untuk Ramadhan, rukyatul hilal dilakukan pada 29 Sya’ban, sementara untuk Idul Fitri pada 29 Ramadhan. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan baru. Jika tidak, bulan digenapkan menjadi 30 hari.
Proses rukyatul hilal melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Agama, BMKG, ahli falak, hingga perwakilan ormas Islam. Pengamatan dilakukan menggunakan alat optik seperti teleskop, theodolit, dan kamera astronomi, serta pengamatan visual langsung. Hasil pengamatan dari seluruh titik pantau hilal nasional kemudian dibahas dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.
Alasannya sederhana dan rasional. Pantai dan dataran tinggi memiliki ufuk barat yang lebih bersih, minim bangunan tinggi, serta hambatan visual yang kecil. Selain itu, pantulan cahaya dan gangguan polusi relatif lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan padat. Itulah sebabnya sebagian besar titik pantau hilal di Sultra berada di kawasan pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag