Ilustrasi ziarah kubur. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Doa ziarah kubur menjadi salah satu bacaan yang sering dicari umat Islam, terutama menjelang Ramadan, Idul Fitri, atau saat berziarah ke makam keluarga. Dalam Islam, ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan ibadah yang memiliki tuntunan jelas, baik dari sisi bacaan doa, tata cara, hingga adab yang perlu dijaga. Sayangnya, praktik ziarah kubur di lapangan kerap bercampur dengan kebiasaan yang tidak memiliki dasar syariat. Agar tidak salah kaprah, berikut panduan lengkap doa ziarah kubur sesuai tuntunan Islam.
Ziarah kubur adalah aktivitas mengunjungi makam kaum muslimin dengan tujuan mendoakan ahli kubur dan mengambil pelajaran tentang kematian. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ziarah kubur dianjurkan karena dapat mengingatkan manusia pada akhirat.
Artinya, ziarah kubur bukan ajang ritual simbolik, apalagi permintaan kepada orang yang telah wafat, melainkan bentuk empati, doa, dan refleksi diri.
Baca juga: Ini Titik Pantau Hilal Resmi di Sultra untuk Penentuan Ramadan dan Lebaran
Berikut bacaan doa ziarah kubur yang paling umum dan bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW:
Lafaz Arab:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Tulisan Latin:
Assalāmu ‘alaikum ahlad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syāaAllāhu bikum lāhiqūn, nas’alullāha lanā wa lakumul ‘āfiyah.
Artinya:
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang beriman dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian.”
Selain doa di atas, terdapat doa tambahan yang boleh dibaca, seperti memohonkan ampunan bagi ahli kubur:
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hadits