Peresmian Kapal Pinisi Kendari. (Instagram/kendarikotagoid) (Mufida)
SULTRA - Sebuah kapal pinisi bertajuk Kendari Meambo kini resmi beroperasi dan mulai melayani pelayaran wisata dari Teluk Kendari. Peluncuran kapal ini digelar di Pelabuhan Nusantara Kendari, Senin (15/12/2025), dan dihadiri jajaran pimpinan daerah.
Peresmian dilakukan melalui prosesi simbolik berupa pemotongan pita dan pemecahan kendi yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, didampingi Wakil Wali Kota serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Momentum tersebut menandai dimulainya pemanfaatan jalur laut sebagai medium promosi kota.
Baca juga: Desa Wisata Namu Wakili Sultra di Ajang Wonderful Indonesia Award 2025
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menilai kehadiran kapal pinisi ini sebagai terobosan baru dalam strategi promosi daerah. Menurutnya, promosi tidak lagi harus bertumpu pada daratan, tetapi bisa dilakukan langsung dari perairan Teluk Kendari yang menyimpan banyak panorama khas kota.
Ia juga menekankan bahwa Kendari memiliki lanskap yang tidak kalah dibanding daerah lain yang lebih dulu mengembangkan wisata pinisi. Dari atas kapal, penumpang dapat menikmati pemandangan jembatan ikonik, deretan perbukitan, masjid yang berdiri di tengah laut, hingga kawasan pesisir Abeli dan Nambo.
Baca juga: Buton Selatan Bersiap Sambut Dunia: Sail to Indonesia 2025 Jadi Pesta Rakyat dan Magnet Wisata
Meski konsep kapal pinisi bukan hal baru di Indonesia, Pemkot Kendari berharap kehadiran Kendari Meambo mampu memberi ciri khas tersendiri. Kapal ini diproyeksikan menjadi wajah baru pariwisata kota sekaligus sarana mengenalkan Kendari kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
Harapan tersebut semakin relevan mengingat pada tahun 2026 mendatang, Kendari akan menjadi tuan rumah agenda berskala internasional, yakni UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and International Forum on Sustainable Tourism. Keberadaan kapal wisata ini dinilai dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi yang siap menyambut tamu global.
Ke depan, Pemerintah Kota Kendari membuka peluang pengembangan armada serupa agar pemanfaatan wisata bahari tidak berhenti pada satu unit kapal saja, melainkan menjadi ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi bagi masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Kendari