Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 18:43 WIB

5 Kunci Mutu Hasil Laut Indonesia Agar Terima di Pasar Global

Author

5 Kunci Mutu Hasil Laut Indonesia Agar Terima di Pasar Global (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Pencapaian bahwa produk perikanan Indonesia telah diterima oleh lebih dari 140 negara pada tahun 2024 menunjukkan bahwa kualitas hasil laut kita tengah menanjak. Namun, untuk menjaga dan memperluas akses ke pasar internasional, diperlukan strategi yang sistematis dan menyeluruh mulai dari hulu hingga ke tangan konsumen. Apa saja 5 kunci agar mutu hasil laut Indonesia bisa diterima pasar global?

Baca juga: Sultra Ekspor 11,7 Ton Cumi ke Vietnam, Bukti Daya Saing Lautan “Bumi Anoa”


1. Menstandarkan Produk dari Hulu hingga Hilir
Salah satu faktor kunci keberhasilan adalah penerapan sistem jaminan mutu yang komprehensif. Sebagai contoh, pemerintah telah menerbitkan ribuan sertifikat di bidang budidaya, penanganan ikan, pakan hingga distribusi agar hasil laut siap ekspor. Ini berarti nelayan, pembudidaya dan unit pengolahan harus sudah menerapkan praktik yang sesuai standar internasional seperti HACCP, CBIB dan lain-lain.


2. Infrastruktur Rantai Dingin dan Kebersihan Produksi
Produk laut yang ingin menembus pasar global harus dijaga mutunya melalui cold chain yang memadai serta fasilitas pengolahan yang higienis. Studi menunjukkan bahwa infrastruktur seperti penyimpanan dingin, transportasi yang bersih dan monitoring suhu bantu menjaga kualitas produk hingga ekspor.

Baca juga: Panduan Membaca Informasi Cuaca Laut dari BMKG Sebelum Berlayar


3. Digitalisasi & Jejak Mutu yang Transparan
Saat ini strategi mutakhir termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan mutu produk dalam rantai pasok dari laut, dermaga, pengolahan hingga pengiriman. Sistem berbasis aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi, serta meminimalkan kerugian akibat penurunan kualitas.

4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Mutu tidak hanya tergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kompetensi pelaku usaha seperti nelayan, pembudidaya, pengolah. Pelatihan tentang standar ekspor, hygiene, pengolahan hasil laut sangat penting untuk memperkuat daya saing. Contohnya, riset menunjukkan bahwa salah satu kendala ekspor ke Eropa adalah rendahnya kualitas SDM dan standar produksi yang belum dipenuhi.

 
5. Sinergi antara Pemerintah, Industri dan Pasar Ekspor
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, industri pengolahan, dan pelaku ekspor sangat penting agar standar mutunya jadi kenyataan, bukan hanya regulasi di atas kertas. Pemerintah mendorong unit pengolahan ikan (UPI) untuk memiliki nomor registrasi ke negara mitra dan memperkuat sistem jaminan mutu agar produk bisa diterima di tingkat global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU