Ilustrasi badai. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Cuaca ekstrem mulai sering terjadi di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara, terutama di Kabupaten Kolaka dan sekitarnya. Dalam beberapa pekan terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mencatat peningkatan aktivitas awan konvektif yang berpotensi memicu badai petir, angin kencang, serta gelombang tinggi di perairan Teluk Bone dan Laut Banda bagian utara.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Arianto, menjelaskan bahwa wilayah Kolaka termasuk dalam zona transisi cuaca antara musim timur dan barat. Berdasarkan data monitoring BMKG, beberapa titik di Kolaka dan daerah sekitarnya tercatat sebagai kawasan rawan badai lokal dan hujan lebat, antara lain:
Baca juga: Panduan Membaca Informasi Cuaca Laut dari BMKG Sebelum Berlayar
BMKG mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar memantau prakiraan cuaca harian melalui situs maritim.bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG sebelum melaut. Selain itu, warga juga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi petir serta menunda perjalanan laut jika angin berkecepatan lebih dari 25 knot.
Baca juga: 6 Lokasi di Sultra Tuan Rumah Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kolaka menyiagakan posko tanggap darurat di beberapa titik strategis, termasuk di Kecamatan Pomalaa dan Watubangga, guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG