Pasar ikan segar. (Freepik/luis_molinero) (Mufida)
SULTRA - Suasana di kawasan pesisir Kendari sebentar lagi akan berubah. Deru kapal nelayan dan aroma ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kini bersiap menyambut wajah baru yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing. Pemerintah berkomitmen menjadikan revitalisasi TPI Kendari bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis menghidupkan kembali denyut ekonomi maritim di Sulawesi Tenggara.
Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), perbaikan fasilitas pelelangan ikan di berbagai daerah, termasuk Kendari, menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan. TPI yang telah berdiri puluhan tahun itu kini tengah disiapkan menjadi sentra distribusi hasil laut yang efisien, bersih, dan terintegrasi dengan sistem pemasaran digital.
Baca juga: Gerakan Makan Ikan di Kendari Diperkuat untuk Tekan Angka Stunting
Revitalisasi ini mencakup pembangunan gedung pelelangan modern, peningkatan kualitas sanitasi, sistem pendingin hasil tangkapan, serta area bongkar muat yang ramah lingkungan. Dengan desain baru, TPI Kendari diharapkan bisa menampung lebih banyak hasil tangkapan, mempercepat proses transaksi, dan menjaga mutu ikan agar tetap segar hingga ke tangan konsumen.
Lebih dari sekadar pasar ikan, TPI modern juga diharapkan menjadi pusat ekonomi pesisir. Aktivitas perdagangan yang meningkat akan berdampak langsung pada perputaran uang di sektor lain, mulai dari jasa transportasi laut, pedagang kecil, hingga industri pengolahan ikan lokal.
Baca juga: Sultra Ekspor 11,7 Ton Cumi ke Vietnam, Bukti Daya Saing Lautan “Bumi Anoa”
Bagi nelayan, kehadiran TPI modern menjadi simbol harapan baru. Dulu, mereka sering mengeluhkan keterbatasan fasilitas, harga ikan yang tidak stabil, hingga akses pasar yang sulit dijangkau. Kini, dengan dukungan fasilitas yang lebih baik, mereka punya posisi tawar yang lebih kuat.
Wali Kota Kendari, dalam beberapa kesempatan, menegaskan bahwa proyek revitalisasi ini juga bertujuan memperkuat branding Kendari sebagai kota maritim. Jika berjalan sesuai rencana, TPI Kendari modern tak hanya akan menjadi tempat nelayan menjual hasil tangkapan, tetapi juga ikon baru ekonomi biru Sulawesi Tenggara, karena menjadi tempat laut, manusia, dan kota berkolaborasi untuk tumbuh bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: