Ilustrasi cuaca ekstrem. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Informasi cuaca laut menjadi elemen vital bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku transportasi laut. Namun, tidak semua orang memahami cara membaca data prakiraan cuaca yang disajikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Padahal, pemahaman ini dapat membantu mencegah kecelakaan dan memaksimalkan hasil tangkapan laut.
BMKG secara rutin memperbarui prakiraan cuaca laut melalui laman resminya (maritim.bmkg.go.id). Di dalamnya, masyarakat dapat menemukan data mengenai ketinggian gelombang, arah dan kecepatan angin, peluang hujan, serta suhu permukaan laut. Data tersebut diperbarui setiap enam jam dan dibagi berdasarkan wilayah perairan di seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara.
Baca juga: 6 Lokasi di Sultra Tuan Rumah Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Untuk membaca prakiraan tersebut, terdapat beberapa komponen penting:
Arah dan Kecepatan Angin
Informasi ini menunjukkan arah angin bertiup dan kecepatannya dalam knot. Misalnya, kecepatan 15–20 knot berarti kondisi angin sedang. Bila melebihi 25 knot, pelaut disarankan menunda keberangkatan karena risiko gelombang tinggi meningkat.
Ketinggian Gelombang Laut
BMKG mengklasifikasikan gelombang menjadi tiga kategori: rendah (0,1–1,25 m), sedang (1,25–2,5 m), dan tinggi (lebih dari 2,5 m). Daerah dengan gelombang di atas 2 meter perlu diwaspadai, terutama bagi kapal nelayan berukuran kecil.
Peluang Hujan dan Cuaca Umum
Prakiraan juga mencantumkan potensi hujan ringan hingga lebat serta kondisi langit (cerah, berawan, atau hujan). Informasi ini penting untuk aktivitas penangkapan ikan yang bergantung pada visibilitas dan stabilitas angin.
Baca juga: 7 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Cuaca Hujan yang Tak Menentu
Suhu Permukaan Laut (SPL)
Suhu laut yang ideal untuk ikan pelagis berada antara 26–30°C. BMKG menyertakan data ini untuk membantu nelayan menentukan area tangkap yang potensial.
Menurut BMKG Kendari, masyarakat di Sulawesi Tenggara dianjurkan memantau prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di laut, khususnya selama musim peralihan dan puncak angin timur. Selain melalui situs web, informasi ini juga dapat diakses lewat aplikasi Info BMKG atau kanal media sosial resmi BMKG Maritim.
Pemahaman terhadap prakiraan cuaca laut tidak hanya membantu meningkatkan keselamatan pelayaran, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nelayan. Dengan memanfaatkan informasi ilmiah secara bijak, masyarakat pesisir dapat menavigasi laut dengan lebih aman dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG