Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 18:30 WIB

Kendari Dinobatkan Kota Terdepan Digitalisasi Fiskal, PAD Jadi Tolok Ukur Kinerja

Kendari Dinobatkan Kota Terdepan Digitalisasi Fiskal, PAD Jadi Tolok Ukur KinerjaKendari raih predikat Pemda Digital terbaik pada Bapenda Fest. (Instagram/kendarikotagoid) (Mufida)

SULTRA - Kota Kendari kembali mencatatkan diri dalam peta daerah dengan kinerja tata kelola digital paling progresif di Sulawesi Tenggara. Pada ajang Bapenda Fest 2025, Kendari meraih penghargaan Digitalisasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam acara yang digelar oleh Bapenda Provinsi Sulawesi Tenggara di Lapangan Eks MTQ Kendari, Minggu (28/12/2025). Capaian ini menegaskan arah kebijakan Pemkot Kendari yang menempatkan teknologi bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan sebagai instrumen utama penguatan fiskal daerah. Digitalisasi dimanfaatkan untuk menutup celah kebocoran, mempercepat layanan, serta memperjelas arus pendapatan, terutama pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga: Kendari Meraih GFS Award, Penghargaan Seperti Apa Itu?

Di tengah tuntutan publik terhadap layanan yang cepat dan transparan, sistem digital dinilai mampu memaksa birokrasi bekerja lebih disiplin dan terukur. Pengelolaan fiskal berbasis teknologi juga memberi ruang kontrol yang lebih luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menyoroti tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Pemangkasan anggaran di satu sisi, sementara kebutuhan belanja publik terus meningkat di sisi lain, menurutnya menjadi ujian serius bagi kapasitas manajemen pemerintah daerah.

Baca juga: Wali Kota Kendari Raih Wonder Mom MetroTV atas Kepemimpinan Sosial-Ekonomi

Ia menegaskan bahwa ketahanan fiskal daerah tidak bisa lagi bergantung pada pola kerja lama. PAD, khususnya pajak daerah, harus dikelola dengan pendekatan yang lebih cerdas dan sistematis. Dalam konteks ini, peran Bapenda tidak cukup hanya sebagai pemungut, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran pajak masyarakat dan pelaku usaha.

Penghargaan yang diraih Kendari sekaligus menjadi pengingat bahwa digitalisasi bukan tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan sistem yang dibangun benar-benar berdampak pada peningkatan kepatuhan pajak, kualitas layanan publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kendari Dinobatkan Kota Terdepan Digitalisasi Fiskal, PAD Jadi Tolok Ukur Kinerja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!