Wali Kota Kendari Raih Wonder Mom MetroTV. (Dok. Pemkot Kendari) (Mufida)
SULTRA - Peringatan Hari Ibu tahun ini menjadi momen yang berkesan bagi Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran. Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, ia menerima penghargaan nasional dari MetroTV dalam ajang Wonder Mom, sebuah apresiasi bagi perempuan pemimpin yang dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung melalui siaran nasional dari Studio MetroTV di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Penghargaan yang diraih dr. Siska masuk dalam kategori Social Care and Economic Resilience Leadership. Kategori ini menyoroti kepemimpinan perempuan yang tidak hanya hadir dalam pengambilan kebijakan, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Baca juga: Wali Kota Kendari Apresiasi Kinerja Satreskrim Polresta dalam Jaga Keamanan
President Director MetroTV, Arif Suditomo, dalam penyerahan penghargaan tersebut menyampaikan bahwa Wonder Mom diberikan kepada sosok perempuan dengan ketangguhan kepemimpinan, sensitivitas sosial, serta konsistensi dalam menghadirkan perubahan. Ajang ini mencakup beragam bidang strategis, mulai dari pemerintahan dan politik, dunia usaha, kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga kategori khusus pengabdian seumur hidup.
Dalam konteks kepemimpinan daerah, Wali Kota Kendari dinilai berhasil menempatkan isu kepedulian sosial dan ketahanan ekonomi sebagai bagian penting dari arah pembangunan. Pendekatan kebijakan yang menyentuh kelompok rentan, serta upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, menjadi pertimbangan utama pemberian penghargaan tersebut.
Baca juga: Wali Kota Kendari Dukung MoU BPJS Ketenagakerjaan & Kejaksaan
Momentum ini juga diwarnai refleksi lebih luas tentang makna Hari Ibu. Wakil Ketua DPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa peringatan Hari Ibu seharusnya tidak berhenti pada simbol dan seremoni. Menurutnya, perempuan dan ibu memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai, penguat ketahanan sosial, sekaligus penggerak kehidupan berbangsa.
Ia mengingatkan bahwa sejak Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928, kontribusi perempuan telah melampaui batas domestik dan terus berperan dalam ruang publik hingga hari ini. Namun demikian, Lestari juga menyoroti berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bangsa, seperti kekerasan terhadap perempuan, ketimpangan akses, tingginya angka kematian ibu, hingga praktik perkawinan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Kendari