Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 18:53 WIB

Peringatan Hari Ibu, Momen Untuk Menegaskan Peran Perempuan di Masa Depan

Peringatan Hari Ibu, Momen Untuk Menegaskan Peran Perempuan di Masa DepanMomen hari ibu. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kota Kendari tahun 2025 tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Upacara yang digelar di halaman Balai Kota Kendari, Senin (22/12/2025), dimaknai sebagai ruang refleksi atas perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam memperjuangkan peran dan haknya di ruang publik.

Dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, Pemerintah Kota Kendari menempatkan isu perempuan dalam konteks pembangunan jangka panjang bangsa. Tema ini menegaskan bahwa kontribusi perempuan tidak berhenti pada peran domestik, melainkan menjadi bagian penting dalam arah kebijakan sosial, ekonomi, dan pemerintahan.

Baca juga: Menyingkap Busiano Liwu: Asal-Usul dan Tahapan Upacara di Buton

Upacara berlangsung khidmat dengan Ketua TP PKK Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadirannya didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, serta jajaran ASN perempuan. Keterlibatan TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan se-Kota Kendari memperkuat pesan bahwa gerakan perempuan bersifat lintas peran dan lintas institusi.

Nuansa simbolik terasa kuat ketika seluruh peserta perempuan mengenakan kebaya putih. Pilihan busana tersebut bukan sekadar estetika, melainkan penanda nilai kesederhanaan, persatuan, serta penghormatan terhadap sejarah perjuangan perempuan Indonesia yang dibangun dengan kerja kolektif, bukan kemewahan.

Baca juga: Sejarah Baru di UHO, Perempuan Pertama Pimpin BEM Universitas Halu Oleo

Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah Hari Ibu oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari. Sejarah tersebut mengingatkan kembali bahwa Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan, bukan perayaan sentimental semata. Akar peringatannya berasal dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang berlangsung di Yogyakarta pada 22–25 Desember 1928.

Kongres tersebut mempertemukan sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai daerah dengan agenda yang saat itu terbilang progresif: memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, menolak praktik perkawinan anak, serta memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Semangat itulah yang kemudian diabadikan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Peringatan Hari Ibu, Momen Untuk Menegaskan Peran Perempuan di Masa Depan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!