SULTRA - Festival Perempuan Bajo kembali digelar pada 29–30 November 2025 di Desa Mola Nelayan Bhakti, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Acara ini menjadi ruang bagi masyarakat Suku Bajo untuk memperlihatkan kekayaan tradisi dan pengetahuan maritim yang diwariskan turun-temurun. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang, dipersiapkan, dan dilaksanakan langsung oleh warga setempat, sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan desa.
Festival ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan serta Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dengan dukungan tersebut, kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat mendapatkan panggung lebih luas untuk dikenal dan dihargai.
Baca juga: Mau Liburan ke Wakatobi? Catat Waktu Terbaiknya!
Pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas menarik, mulai dari ritual Madua Kadilao’ Kadaro’, pertunjukan Panca Silat, hingga jelajah budaya melalui Dinda Sama Madilao seperti Nubba, Talle, dan Uya Madilao’. Selain itu, festival ini menghadirkan pameran kuliner tradisional, galeri Dinda Sama, diskusi budaya, hingga pemutaran video etnografi.
Tidak hanya itu, suasana festival akan semakin hidup dengan atraksi lomba perahu layar, tarik tambang perahu, pertunjukan Bakkara, hingga pementasan tari dan drama Dinda Sama. Pengunjung juga bisa mengikuti workshop penuturan yang menghadirkan perspektif lokal tentang tradisi dan perjalanan hidup perempuan Bajo.
Baca juga: 7 Agenda Pariwisata Sultra 2026, Dari Mangrove Buton hingga Gelombang Wakatobi
Festival Perempuan Bajo bukan sekadar hiburan, tetapi momen merayakan identitas, memelihara pengetahuan leluhur, dan memperkuat hubungan masyarakat dengan laut. Kegiatan ini mengingatkan bahwa pelestarian budaya bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama. Budaya bertahan karena manusia yang merawatnya.
Sampai jumpa di Desa Mola Nelayan Bhakti. Dua hari penuh warna untuk mengenal lebih dekat perempuan Bajo dan dunia yang mereka rawat dengan ketekunan dan kearifan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/desabudaya_molanelayanbhakti