Fitriyah-Nia memenangkan pemira BEM UHO 2025. (Instagram/fitryhainun_212) (Mufida)
SULTRA - Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menorehkan babak baru dalam sejarah organisasi kemahasiswaannya. Untuk pertama kalinya, kursi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) diisi oleh seorang perempuan. Momentum bersejarah ini lahir dari Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) 2025 yang digelar pada Jumat (19/12/2025).
Fitriyah Nuraimun Natiq Mapatarani bersama pasangannya, Nia Astarina, berhasil meraih kepercayaan mayoritas mahasiswa UHO. Pasangan ini tampil sebagai pemenang mutlak setelah mengumpulkan lebih dari 9.000 suara melalui sistem e-voting, meninggalkan empat pasangan pesaing dengan selisih yang cukup jauh.
Baca juga: Sagu dan Kelor Jadi Ide, Mahasiswa UHO Bawa Pulang 6 Penghargaan dari Bali
Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi penanda kemenangan elektoral, tetapi juga simbol pergeseran paradigma kepemimpinan mahasiswa. Dukungan besar terhadap duet perempuan ini mencerminkan keterbukaan mahasiswa terhadap kepemimpinan yang lebih inklusif dan representatif.
Ketua Panitia Kerja Pemira UHO, Prof. Muhammad Amrullah Pagalah, membenarkan hasil tersebut. Ia menyebut pasangan nomor urut 3 sebagai peraih suara tertinggi dalam kontestasi yang diikuti lima kandidat. Menurutnya, selisih suara yang mencapai sekitar 2.000 dari posisi kedua menunjukkan kuatnya legitimasi kemenangan Fitriyah-Nia.
Baca juga: Ratusan Peserta Lokal dan Internasional Ramaikan English Expo 2025 UHO Kendari
Dari sisi partisipasi, data PUSTIK mencatat sekitar 26.000 mahasiswa menggunakan hak pilihnya dari total 36.000 Daftar Pemilih Tetap. Tingkat partisipasi mencapai 72 persen. Meski angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Pemira tahun sebelumnya, panitia menilai partisipasi tersebut tetap merepresentasikan suara kolektif mahasiswa secara sah dan transparan.
Panitia Pemira juga menegaskan bahwa ruang demokrasi tetap terbuka pasca-penetapan hasil. Mahasiswa atau pasangan calon yang merasa keberatan diberikan kesempatan mengajukan gugatan melalui Tim Etik atau Tim 9 dalam waktu maksimal satu minggu, dengan proses penyelesaian yang ditargetkan berlangsung singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Universitas Halu Oleo