Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 12:31 WIB

Kasus HIV di Baubau Didominasi Usia Produktif, Dinkes Perkuat Pendampingan Psikologis

Kasus HIV di Baubau Didominasi Usia Produktif, Dinkes Perkuat Pendampingan PsikologisIlustrasi HIV AIDS. (Freepik/jcomp) (Mufida)

SULTRA - Dinas Kesehatan Kota Baubau kembali merilis perkembangan temuan kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Hingga November, tercatat 77 kasus baru yang teridentifikasi melalui berbagai layanan kesehatan. Data ini memperlihatkan satu pola yang konsisten dari tahun ke tahun, yakni dominasi penderita dari kelompok usia produktif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Baubau, Yuslina, menjelaskan bahwa temuan tersebut tidak seluruhnya berasal dari warga setempat. Dari total 77 kasus, sebanyak 49 orang tercatat berdomisili di Kota Baubau, sementara 28 lainnya berasal dari luar daerah. Kondisi ini, menurutnya, tidak lepas dari peran fasilitas kesehatan di Baubau yang kerap menjadi rujukan bagi masyarakat kabupaten sekitar, bahkan dari luar Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Dinkes Sultra Sebut Unggahan Dokter RSUD Muna Tidak Langgar Etik

Upaya penemuan kasus HIV di Baubau bukan hal baru. Program deteksi aktif telah berjalan sejak 2007 dan terus diperkuat hingga kini. Jika ditarik secara akumulatif, jumlah kasus HIV/AIDS yang pernah terdata di Kota Baubau telah mencapai 1.160 orang.

Di balik angka tersebut, terdapat pula catatan duka. Hingga November 2025, Dinkes mencatat 173 pengidap HIV/AIDS dinyatakan meninggal dunia. Angka ini menjadi pengingat bahwa HIV masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat.

Baca juga: Sosialisasi PrEP di Kendari, Upaya Dini Cegah Penularan HIV

Yuslina menekankan, persoalan HIV tidak hanya berkaitan dengan pengobatan medis, tetapi juga kesehatan mental pasien. Mayoritas penderita berada pada rentang usia 15 hingga 59 tahun, kelompok yang secara sosial dan ekonomi masih sangat aktif. Diagnosis HIV kerap memicu tekanan psikologis, mulai dari kecemasan, rasa takut, hingga stigma sosial.

Karena itu, Dinkes Baubau menyiapkan tenaga kesehatan yang juga berperan sebagai konselor. Pendekatan ini dinilai penting mengingat HIV merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup. Kepatuhan minum obat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan, tetapi juga kekuatan mental pasien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dinas Kesehatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus HIV di Baubau Didominasi Usia Produktif, Dinkes Perkuat Pendampingan Psikologis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!