Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 20:39 WIB

Sultra Catat Ribuan Sertifikasi Ekspor Sepanjang 2025, Pengawasan Karantina Diperketat

Sultra Catat Ribuan Sertifikasi Ekspor Sepanjang 2025, Pengawasan Karantina DiperketatInformasi sertifikasi ekspor. (Instagram/karantinasulawesitenggara) (Mufida)

SULTRA - Kinerja ekspor Sulawesi Tenggara pada 2025 mencatat capaian menarik, terutama dari sisi pengawasan karantina. Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sultra merilis data bahwa hampir dua ribu dokumen sertifikasi ekspor telah diterbitkan sepanjang tahun tersebut. Angka ini menggambarkan bagaimana aktivitas ekspor komoditas daerah terus bergerak dan menuntut pengawasan yang konsisten.

Kepala Karantina Sultra, A. Azhar, menjelaskan bahwa setiap sertifikat diterbitkan setelah komoditas melewati rantai pemeriksaan yang tidak sederhana. Prosesnya berlangsung di pintu-pintu keluar resmi, baik pelabuhan maupun bandara, dengan pengawasan yang dirancang untuk mencegah komoditas bermasalah lolos menuju pasar global.

Baca juga: Sultra Ekspor 11,7 Ton Cumi ke Vietnam, Bukti Daya Saing Lautan “Bumi Anoa”

Pemeriksaan melibatkan pengecekan fisik, verifikasi dokumen, hingga pengambilan sampel untuk analisis laboratorium. Langkah berlapis tersebut memastikan barang yang dikirim keluar negeri memenuhi syarat kesehatan, keamanan, serta standar karantina internasional. Tanpa itu, komoditas lokal berisiko ditolak negara tujuan.

Hingga Oktober 2025, sistem Best Trust mencatat 48.890 sertifikasi komoditas telah dikeluarkan Karantina Sultra. Angka ini meliputi 8.464 sertifikasi untuk produk hewan, 23.541 untuk komoditas perikanan, dan 16.885 untuk komoditas tumbuhan. Data tersebut menunjukkan sektor perikanan masih menjadi tulang punggung ekspor Sultra, diikuti komoditas tumbuhan dan hewan.

Jenis komoditas yang dikirim pun beragam. Untuk produk hewan, ekspor didominasi offsetan kupu-kupu. Dari sektor perikanan, gurita, ikan kerapu, udang vaname, tuna, kerang darah, hingga ikan kakatua menjadi komoditas yang paling sering melewati jalur karantina. Sementara itu, benih kacang panjang, tetes tebu, kayu akasia, dan kelapa bulat menjadi andalan dari sisi komoditas tumbuhan.

Baca juga: Donor Darah Peringati Hari Anti Korupsi di Kendari, 161 Kantong Diserahkan untuk Stok Darah Sultra

Seluruh barang tersebut dikirim ke pasar internasional yang tersebar di Asia, Eropa, hingga Amerika. Negara tujuan mencakup Malaysia, Jepang, Vietnam, Belanda, Inggris, Filipina, Thailand, hingga Amerika Serikat. Cakupan pasar ini menunjukkan bahwa komoditas Sultra tidak hanya diminati di kawasan regional, tetapi juga di negara dengan standar impor ketat.

Azhar menekankan bahwa sertifikasi ekspor bukan formalitas. Ia menilai proses karantina adalah garis pertahanan utama untuk memastikan komoditas dari Sultra bebas hama, aman, dan layak masuk pasar dunia. Dengan kata lain, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas komoditas, tetapi juga ketertiban administrasi dan ketatnya pengawasan sebelum barang meninggalkan pelabuhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram Badan Karantina Sultra

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sultra Catat Ribuan Sertifikasi Ekspor Sepanjang 2025, Pengawasan Karantina Diperketat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!