SULTRA - Rencana kelanjutan pembangunan Stadion Lakidende di Kota Kendari kembali mencuat setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memasukkan proyek itu dalam daftar anggaran tahun 2026. Meski persoalan lahan belum benar-benar selesai, Pemprov tetap mempersiapkan dana sekitar Rp77 miliar melalui APBD, yang kini sedang menunggu lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri.
Konfirmasi rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Effendi Patulak. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Andi Sumangerukka untuk mempercepat pengembangan fasilitas olahraga berskala besar di daerah. Pembahasan anggaran telah dilakukan bersama DPRD Sultra, meski proses verifikasi pusat masih berlangsung.
Baca juga: Kendari Bahas Rancangan APBD 2026, Enam Fokus Pembangunan Jadi Arah Kebijakan
Jika proses administrasi berjalan mulus, paket pembangunan stadion yang disebut mampu menampung 30 ribu penonton itu akan masuk tahap lelang pada awal 2026. Pembangunan lanjutan ini menjadi fase baru setelah proyek tersebut mandek total selama dua tahun terakhir.
Sejak dimulai pada 2021, megaproyek ini telah menyerap lebih dari Rp43 miliar dari APBD provinsi. Pada tahun pertama, dana Rp27,5 miliar digunakan oleh PT Mandala Putra Utama untuk pekerjaan konstruksi awal. Tahun berikutnya, Rp15,7 miliar kembali digelontorkan melalui PT Joglo Muti Ayu dengan masa pengerjaan 100 hari. Namun, seluruh progres terhenti setelah muncul sengketa lahan antara pemerintah provinsi dan ahli waris Mustaring Lin Arifin Cs.
Baca juga: Pemkot Kendari Evaluasi Tiga Rusunawa, Dari Rumput Liar hingga Kerusakan Bangunan
Ahli waris memenangkan gugatan, sementara pemerintah daerah mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Proses hukum ini membuat status kepemilikan lahan belum benar-benar final hingga sekarang. Ketika dimintai penjelasan terkait perkembangan PK maupun kejelasan legalitas lahan, Effendi hanya menyebut bahwa masalah tersebut ditangani oleh bagian lain yang berwenang.
Meski Pemprov optimistis pembangunan bisa bergerak lagi pada 2026, ketidakpastian lahan tetap menjadi faktor penentu apakah proyek stadion berstandar FIFA ini benar-benar dapat dilanjutkan tanpa hambatan baru di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Sultra