Ilustrasi korban pengeroyokan. (Freepik) (Naaifah)
SULTRA - Apa yang seharusnya menjadi aksi kemanusiaan justru berubah menjadi malapetaka. AM (48), seorang pria di Kota Baubau, mengalami pengeroyokan setelah mencoba menolong seorang perempuan yang terjatuh akibat kecelakaan di sekitar Pelabuhan Murhum, Kecamatan Wolio, Selasa (23/09/2025).
Perempuan tersebut diduga ditabrak oleh AR, salah satu pelaku. Bukannya menunjukkan itikad baik, AR malah naik pitam dan memanggil dua rekannya, yakni LOI dan seorang pria lain yang belum teridentifikasi, untuk menyerang AM.
Baca juga: Mobil Hilang Kendali, Kecelakaan Beruntun di Kolaka Sebabkan Korban Luka Serius
Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, para pelaku diduga dalam kondisi mabuk minuman keras saat melakukan aksi kekerasan tersebut. AM kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polres Baubau pada hari yang sama.
Namun, kekecewaan muncul karena hingga hampir sepekan berlalu, belum ada satu pun pelaku yang diamankan. Padahal, ketiganya diketahui tinggal tak jauh dari Mapolres Baubau, tepatnya di Kelurahan Wangkanapi. “Mereka masih bebas berkeliaran di sekitar sini,” ungkap AM dengan nada kesal.
Kasat Reskrim Polres Baubau, Iptu Ridlo Muzayyin Sih Basuki, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian disebut masih mengumpulkan keterangan saksi dan memburu para pelaku untuk diproses hukum.
Insiden ini pun menjadi sorotan publik, lantaran tindakan kekerasan terhadap seseorang yang berniat menolong mencerminkan ironi sekaligus tantangan bagi aparat dalam menjaga keamanan di wilayah Baubau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Bau-bau