Ilustrasi penjagaan polisi. (AI) (Mufida)
SULTRA - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menyiapkan 800 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Kota Kendari pada Minggu (31/8/2025). Seluruh anggota yang diterjunkan dalam pengamanan itu tidak dibekali senjata api.
Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, menegaskan bahwa aparat akan mengedepankan sikap persuasif dan humanis dalam menghadapi massa aksi. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib difasilitasi.
Baca juga: Pasca Kericuhan di Makassar, DPRD Sultra Kini Dijaga Pasukan TNI
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi secara tertib,” ungkap Irjen Didik.
Perwira tinggi yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK itu juga berpesan agar demonstrasi berlangsung damai. “Kita semua harus saling menghormati dan menjaga diri, supaya penyampaian pendapat berjalan lancar tanpa gesekan,” tambahnya.
Baca juga: Dikbud Sultra Terapkan Belajar Mandiri 1–3 September untuk Antisipasi Aksi di DPRD
Dengan kebijakan tanpa senjata api, Polda Sultra ingin memastikan bahwa pengamanan aksi menitikberatkan pada perlindungan masyarakat dan terwujudnya situasi kondusif di Kendari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bidhumas Polda Sultra