Yusran Fahim, Walikota Bau-bau saat ini. (Dok. Pemkot Bau-bau) (Mufida)
SULTRA - Wali Kota Baubau sekarang dijabat oleh H. Yusran Fahim, S.E. untuk periode 2025–2030, didampingi Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu. Keduanya resmi menjabat setelah dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai kepala daerah hasil Pilkada 2024. Yusran Fahim menjadi pemimpin baru Kota Baubau setelah masa transisi pemerintahan dan kini memimpin salah satu kota terbesar di Sulawesi Tenggara yang dikenal sebagai pusat ekonomi Pulau Buton.
Sebagai kota yang menjadi penghubung aktivitas perdagangan, pendidikan, dan transportasi di wilayah Kepulauan Buton, kepemimpinan daerah memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan Baubau. Karena itu, profil wali kota dan program yang dijalankan cukup sering menjadi perhatian masyarakat.
Baca juga: Siapa Walikota Kendari Sekarang? Ini Sosok, Karier, dan Programnya untuk Kota Lulo
H. Yusran Fahim, S.E. merupakan putra daerah yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, namun memiliki keterikatan kuat dengan Kota Baubau. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia dikenal aktif dalam dunia usaha dan pemerintahan daerah.
Yusran Fahim resmi menjadi Wali Kota Baubau keempat sejak kota tersebut berdiri sebagai daerah otonom pada tahun 2001. Ia menggantikan masa kepemimpinan transisi yang berlangsung sebelum pelantikan kepala daerah hasil Pilkada.
Dalam pemerintahan saat ini, ia didampingi oleh Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu. Pasangan ini memimpin Baubau dengan mandat lima tahun ke depan.
Sebelum menjadi Wali Kota Baubau, Yusran Fahim memiliki pengalaman di bidang usaha serta aktivitas sosial dan pemerintahan. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu modal politik saat mengikuti kontestasi Pilkada Kota Baubau.
Namanya mulai banyak dikenal publik menjelang Pilkada 2024 hingga akhirnya ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih oleh KPU Kota Baubau.
Setelah resmi menjabat, Yusran Fahim mulai melakukan penyesuaian struktur pemerintahan serta evaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Beberapa rotasi pejabat dilakukan sebagai bagian dari penyegaran birokrasi.
Dalam masa awal kepemimpinannya, sejumlah isu yang mulai menjadi perhatian pemerintah daerah antara lain:
Peningkatan pelayanan publik
Pemerintah Kota Baubau menekankan percepatan layanan birokrasi dan evaluasi kinerja aparatur sipil negara. Rotasi pejabat dilakukan dengan tujuan meningkatkan efektivitas pemerintahan.
Penguatan ekonomi daerah
Sebagai kota perdagangan di Pulau Buton, pengembangan ekonomi lokal menjadi salah satu fokus penting, termasuk sektor jasa dan konektivitas.
Pengembangan transportasi dan konektivitas
Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan akses penerbangan dan konektivitas menuju Baubau. Upaya pembukaan rute baru menjadi salah satu isu yang beberapa kali disampaikan pemerintah kota.
Penataan birokrasi
Evaluasi OPD dan penempatan pejabat menjadi bagian dari langkah awal pemerintahan saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Bau-bau