Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 20:28 WIB

Sekda Kendari Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pelatihan Mitigasi 2025

Sekda Kendari Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pelatihan Mitigasi 2025Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2025. (Dok. Pemkot Kendari) (Mufida)

SULTRA - Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Hal ini ditandai dengan dibukanya Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2025 oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Sekda Amir Hasan menegaskan bahwa kondisi geografis Kendari yang dikelilingi pegunungan dan laut menjadikan kota ini rawan bencana, baik banjir, tanah longsor, maupun potensi gempa. Oleh sebab itu, diperlukan kesiapan yang lebih matang dari seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: Rute Baru Kendari–Bone Segera Dibuka September 2025, Fly Jaya Jadi Penghubung Dua Provinsi

Pelatihan ini bukan hanya soal teori, tetapi bagaimana peserta bisa mengenali tanda-tanda awal bencana, memahami langkah pencegahan, hingga membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Harapannya, masyarakat tidak panik saat bencana datang, tapi sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, memaparkan bahwa masih terdapat banyak keterbatasan dalam fasilitas penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah daerah. Beberapa peralatan, seperti perahu karet dan pompa air, disebut sudah berusia tua dan perlu segera diperbarui.

Baca juga: Kendari Siapkan 3 Lahan untuk SPPG, Target Atasi Masalah Gizi di Sultra

Cornelius juga menyebutkan, saat kunjungan ke BPBD pusat, Kota Kendari hanya bisa mengajukan anggaran sekitar Rp4,5 hingga Rp5 miliar, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain yang bisa mencapai Rp40 hingga Rp50 miliar. Padahal, dengan kondisi topografi yang rawan bencana, kebutuhan logistik dan sarana penanggulangan di Kendari seharusnya lebih besar.

Meski keterbatasan itu nyata, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, terutama relawan bencana. Menurut Cornelius, para relawan merupakan garda terdepan yang sering kali langsung turun ke lapangan tanpa pamrih saat bencana terjadi. Dengan adanya pelatihan ini, Pemkot Kendari berharap lahir lebih banyak kader sadar bencana yang mampu menjadi contoh di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sekda Kendari Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Pelatihan Mitigasi 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!