Keanekaragaman bahasa daerah di Indonesia ikut masuk dalam KBBI. (Freepik/AI) (Mufida)
SULTRA - Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga dan memperkaya warisan bahasa nusantara. Catatan terbaru dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V daring menempatkan Sultra sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar dalam penyerapan kosakata bahasa daerah ke bahasa Indonesia.
Baca juga: Raim Laode Ikut Kibarkan Merah Putih Bawah Laut Bareng Polres Wakatobi di HUT ke-80 RI
Tercatat, ada 171 kosakata yang masuk ke KBBI berasal dari enam bahasa daerah yang hidup dan berkembang di Sultra. Dari keenam bahasa tersebut, bahasa Muna menjadi penyumbang terbesar dengan 70 kosakata. Disusul oleh bahasa Tolaki dengan 45 kosakata, bahasa Wolio 38 kosakata, bahasa Culambacu 9 kosakata, bahasa Pulo 7 kosakata, serta bahasa Moronene yang menyumbangkan 2 kosakata.
Jika melihat skala lebih luas, bahasa-bahasa daerah di Pulau Sulawesi memang konsisten memperkaya khazanah bahasa nasional. Selain Muna dan Tolaki, ada pula bahasa Bugis (42 kosakata), Kaili (39), dan Buton (38). Dari Sulawesi Utara, bahasa Minahasa menambah 31 kosakata, Makassar 30, Gorontalo 27, Sangir 18, hingga Mandar 11 kosakata.
Baca juga: Taman Baca Sangia Yi Gola Bawa Nama Sultra ke Panggung Literasi Nasional
Kontribusi ini membuktikan bahwa bahasa daerah di Sulawesi tidak hanya dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat lokal, tetapi juga diakui secara formal dalam KBBI. Pengakuan tersebut bukan sekadar soal bahasa, melainkan wujud nyata dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkaya bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBBI