Ilustrasi ledakan mobil. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Tragedi kembali menyelimuti kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe. Seorang pekerja, berinisial AW, meregang nyawa setelah ban dump truk yang tengah ia perbaiki meledak hebat di Workshop VDNI pada Selasa malam (19/08/2025).
Menurut keterangan saksi, kejadian berlangsung begitu cepat. Ban berukuran besar yang sedang diperbaiki mendadak meledak dengan suara menggelegar, menghantam tubuh AW hingga ia terpental beberapa meter. Tubuhnya langsung berlumuran darah, membuat suasana di lokasi berubah panik.
Baca juga: Empat Tersangka Penganiayaan Pemuda Konawe di Morowali Terancam 12 Tahun Penjara
Dalam sebuah rekaman video amatir yang beredar, terlihat beberapa rekan kerja berusaha menolong AW dengan tergesa-gesa. Mereka berupaya mengangkat tubuh korban yang sudah lemas, kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun takdir berkata lain, nyawa AW tak berhasil diselamatkan meski sempat mendapat perawatan medis.
AW diketahui berasal dari Desa Lamoen, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan pekerja lain yang menyaksikan langsung detik-detik tragis itu.
Baca juga: Tewas Terjebak di Palka, ABK Asal Jabar Ditemukan Meninggal di Kapal Tambang Morosi
Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan industri Morosi, wilayah yang dikenal sebagai pusat aktivitas pertambangan dan smelter. Ledakan ban kendaraan berat memang bukan hal sepele, sebab tekanannya jauh lebih tinggi dibandingkan ban kendaraan biasa. Bagi pekerja di lapangan, risiko semacam ini sering menghantui, namun kerap dianggap sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Tragedi yang menimpa AW kini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama di area industri berisiko tinggi seperti Morosi. Bagi keluarga yang ditinggalkan, peristiwa ini bukan sekadar angka statistik kecelakaan kerja, melainkan kehilangan nyata seorang ayah, anak, atau saudara yang berpulang secara tragis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook