Angka Kemiskinan di Sultra Turun (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Kabar baik datang dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, angka kemiskinan di wilayah ini mengalami penurunan pada Maret 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 304,43 ribu jiwa, turun 15,28 ribu orang dibanding Maret tahun sebelumnya.
Penurunan ini menjadi sinyal positif dari membaiknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, baik di kota maupun desa. Plt. Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa selain penurunan secara jumlah, persentase penduduk miskin juga menurun dari 11,21 persen (Maret 2024) menjadi 10,54 persen di Maret 2025.
Baca juga: Retret Ala Wali Kota Kendari: Tiga Hari Menyatu dengan Alam, Membangun Birokrasi yang Punya Hati
Di wilayah perkotaan, jumlah penduduk miskin berkurang 11,08 ribu jiwa dalam setahun terakhir. Tingkat kemiskinan pun menurun dari 7,45 persen menjadi 6,42 persen. Sementara di desa, meskipun masih ada tantangan, jumlah penduduk miskin tetap berhasil ditekan sebesar 4,19 ribu jiwa, dengan persentase turun dari 13,60 persen menjadi 13,13 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan data September 2024, tren sedikit berbeda. Di kota, angka terus turun. Tetapi di desa, sempat terjadi peningkatan tipis. Ini menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan di perdesaan masih membutuhkan pendekatan yang lebih spesifik dan berkelanjutan.
Baca juga: PPATK Buka Lagi Jutaan Rekening yang Sebelumnya Sudah Diblokir
BPS juga mencatat Garis Kemiskinan (GK) Sultra pada Maret 2025 berada di angka Rp488.171 per kapita per bulan, naik 5,50 persen dibanding Maret 2024. Angka ini menunjukkan ambang minimum pengeluaran untuk kebutuhan makanan dan nonmakanan seseorang agar tidak dikategorikan miskin.
Intinya, GK di kota naik dari Rp493.453 menjadi Rp520.957 dan GK di desa naik dari Rp460.567 menjadi Rp467.814. Komponen makanan tetap menjadi kebutuhan terbesar, menyumbang 74,63 persen dari total GK. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pengeluaran masyarakat miskin masih difokuskan untuk bertahan hidup secara fisik, bukan untuk akses pendidikan, kesehatan, atau kebutuhan lainnya.
Baca juga: Operasi Gurita: Bea Cukai Kendari dan Denpom Sita 2,7 Juta Rokok Ilegal, Negara Rugi Miliaran
Penurunan angka kemiskinan ini memang bukan akhir dari tantangan. Namun, capaian ini layak dicatat sebagai hasil kerja keras semua pihak. Dengan strategi yang lebih tajam dan dukungan lintas sektor, Sultra bisa terus bergerak menuju provinsi yang lebih inklusif dan sejahtera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS Sultra